

TREAT – Fenomena membanggakan diri merupakan salah satu penyakit hati, yaitu dimana perasaan senang dan bahagia baik yang timbul pada diri sendiri, perkataan orang lain, perbuatan yang dilakukannya, tanpa memperhitungkan orang lain. Jika rasa senangnya disertai sikap merendahkan perbuatan orang lain, maka itulah ghurur, dan apabila rasa senang tersebut disertai dengan meredahkan pribadi orang lain, maka itulah takabbur.
Melalui penjelasan makna berbangga diri, secara garis besar perasaan ini selalu diikuti sifat-sifat yang dimurkai Allah Subhaana wa Ta’ala. Nah, yuk bahas apa saja sifat-sifat yang menyebabkan tidak bolehnya berbangga diri itu.
Adanya perasaan meremehkan orang lain, sehingga membuat kita merasa lebih baik dari orang. Baik ghurur maupun takabbur, keduanya memiliki dampak yang negatif bagi individu yang terperangkap dalam sikap angkuh atau sombong ini.
سَاَصْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ وَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَاۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًاۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًاۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya.”
Biasanya orang yang suka berbangga diri ialah orang sulit menerima nasehat. Perasaan akan dirinya yang lebih tahu dan benar membuat orang keras kepala dengan nasehat orang lain. Padahal setiap kaum muslimin hendaklah untuk saling menasehati.
Perasaan bangga dengan kualitas diri yang lebih tinggi dari orang lain mengantarkan seseorang untuk senang ketika mendengarkan cacat atau aib orang lain. Fudhail bin ‘IyadhRahimahullah berkata, “Sesungguhnya diantara ciri-ciri orang munafik ialah mereka senang mendengarkan aib salah seorang temannya.” (Kitab al-‘Awa-iq, Muhammad Ahmad Rasyid, hal 53).
Semoga bermanfaat, Treatpeople!