

Riyadh – Pelatih Herve Renard secara mengejutkan dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Arab Saudi pada Kamis (17/4/2026). Keputusan ini diambil kurang dari dua bulan sebelum Piala Dunia 2026 bergulir, dan menyisakan drama di balik layar, dengan Timnas Ghana disebut-sebut sebagai pemicunya.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) tidak mengeluarkan pengumuman resmi terkait pemecatan pelatih berusia 57 tahun tersebut. Kabar ini justru pertama kali tersiar melalui media-media lokal di Arab Saudi.
Disebutkan bahwa pemecatan Renard dipilih SAFF karena hasil minor yang didapat Timnas Arab Saudi pada FIFA Matchday Maret 2026. Kala itu, sang juara tiga kali Piala Asia tersebut menelan dua kekalahan saat beruji tanding melawan Mesir (0-4) dan Serbia (1-2).
Dua kekalahan telak itu disinyalir membuat SAFF tak lagi yakin dengan performa skuad Salem Al-Dawsari dkk. menjelang pertarungan di Piala Dunia 2026.
Namun, di balik pemecatan Renard oleh Timnas Arab Saudi, tersimpan drama yang kini terungkap. Hal ini diungkapkan media Prancis yang menyebut adanya campur tangan Timnas Ghana di balik keputusan Arab Saudi itu.
Sumber dari media tersebut menuturkan bahwa Ghana sempat menghubungi Renard setelah memecat pelatih mereka, Otto Addo. Pemecatan Addo terjadi pada akhir Maret 2026 usai Ghana menelan kekalahan 1-2 dari Jerman dalam laga persahabatan.
Ghana lantas mendekati Renard yang di waktu bersamaan tengah diterpa rumor pemecatan setelah hasil buruk melawan Mesir dan Serbia.
Pendekatan Ghana bukan tanpa alasan. Diketahui, kedua pihak pernah bekerja sama pada periode 2007-2008, di mana Renard menjabat sebagai asisten Claude Le Roy saat negara Afrika Barat itu berlaga di Piala Afrika 2008.
Selain itu, prestasi Renard yang sukses meraih dua gelar Piala Afrika bersama Zambia (2012) dan Pantai Gading (2015) juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Ghana.
Pada awalnya, Renard menyambut baik pendekatan itu sebelum akhirnya memutuskan untuk bertahan sebagai pelatih Timnas Arab Saudi.
Sayangnya, komunikasi Renard dengan Ghana ini tidak ditanggapi dengan baik oleh SAFF, yang merasa Renard telah berkhianat. Komunikasi tersebut kemudian menjadi “bom waktu” seiring adanya beberapa tokoh di SAFF yang memang memiliki hubungan kurang harmonis dengan pelatih asal Prancis itu.
Ironisnya bagi Renard, pemecatannya terjadi justru setelah Ghana telah menunjuk pelatih baru pada diri Carlos Queiroz. Praktis, mantan pelatih Timnas Maroko itu kini berstatus tanpa pekerjaan karena belum ada tawaran baru.
Meskipun harus meninggalkan jabatan dengan drama, Renard tetap dianggap sebagai sosok berjasa besar bagi sepak bola Arab Saudi di kancah internasional. Ia sukses membawa The Green Falcons lolos ke Piala Dunia sebanyak dua kali dan mencetak sejarah dengan mengalahkan Argentina pada edisi 2022.