BMW Luncurkan New iX3 Neue Klasse di GIIAS 2026

new bmw ix3 berbasis ‘neue klasse’ resmi meluncur di giias 2026

Jakarta – BMW resmi memperkenalkan New BMW iX3 di Indonesia sebagai model pertama yang mengusung platform Neue Klasse pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

Kehadiran Sports Activity Vehicle (SAV) listrik ini menandai babak baru BMW dengan perubahan besar pada desain, teknologi digital, performa, hingga sistem elektrifikasi. Neue Klasse juga diproyeksikan menjadi basis bagi lebih dari 40 model baru maupun penyegaran produk BMW yang akan meluncur hingga 2027.

Dibangun menggunakan arsitektur Neue Klasse, New BMW iX3 menjadi model pertama yang mengadopsi BMW eDrive Generasi Keenam, sistem kelistrikan 800 volt, empat komputer performa tinggi atau Superbrains, serta BMW Panoramic iDrive.

Dari sisi desain, SUV listrik ini tampil lebih modern dan minimalis dengan interpretasi baru BMW Kidney Grille vertikal serta horizontal light signature. Dimensinya mencakup panjang 4.782 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.635 mm, dengan koefisien hambatan udara 0,24.

Sebagai kendaraan yang sejak awal dirancang khusus bertenaga listrik murni, New BMW iX3 menawarkan kabin yang lebih lapang untuk lima penumpang. Kapasitas bagasi mencapai 520 liter dan dapat diperluas hingga 1.750 liter saat kursi belakang dilipat.

Tersedia pula ruang penyimpanan di bagian depan atau frunk berkapasitas 58 liter. BMW juga menyediakan opsi electric trailer tow hitch yang memungkinkan kendaraan menarik beban hingga 2.000 kilogram.

“Dengan hadirnya New BMW iX3 dan dimulainya era Neue Klasse di Indonesia, kami optimistis dapat terus memimpin transformasi mobilitas premium sekaligus menghadirkan masa depan BMW kepada para pelanggan di Indonesia,” ujar Peter Medalla, President Director BMW Group Indonesia, dikutip Jumat (31/7/2026).

BMW menyebut iX3 terbaru sebagai model paling cerdas yang pernah dikembangkan berkat arsitektur elektronik dan perangkat lunak generasi baru. Empat Superbrains yang digunakan memiliki kemampuan pemrosesan hingga 20 kali lebih cepat dibandingkan unit kendali konvensional.

Rekomendasi