

Jakarta – Keputusan sebuah negara meminjam dana ke International Monetary Fund (IMF) umumnya dipicu oleh tekanan ekonomi yang signifikan. Langkah ini biasanya diambil ketika negara tersebut menghadapi krisis neraca pembayaran, ketidakstabilan mata uang akibat merosotnya cadangan devisa, hingga defisit fiskal yang lebar.
Argentina tercatat sebagai peminjam terbesar dengan total kredit berjalan mencapai 60,18 miliar dolar AS. Angka ini hampir empat kali lipat lebih besar dibandingkan negara peminjam di posisi kedua. Besarnya utang tersebut merupakan akumulasi dari siklus krisis ekonomi berkepanjangan dan ketergantungan yang tinggi terhadap program bantuan IMF selama beberapa dekade.
Setelah Argentina, daftar negara dengan pinjaman terbesar diisi oleh Ukraina dengan 15,48 miliar dolar AS, Mesir sebesar 10,67 miliar dolar AS, Pakistan 10,50 miliar dolar AS, dan Ekuador sebesar 10,08 miliar dolar AS.
Meski bukan peminjam dengan nilai nominal terbesar, Suriname menjadi sorotan karena memiliki rasio utang IMF terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi. Kondisi ini dipicu oleh kegagalan bayar utang pada 2020 akibat merosotnya pendapatan sektor minyak serta buruknya tata kelola fiskal. Akibatnya, Suriname terpaksa melakukan restrukturisasi ekonomi melalui penghematan ketat dan depresiasi mata uang.
Secara kawasan, benua Afrika menjadi wilayah dengan jumlah negara peminjam terbanyak. Masalah struktural seperti ketergantungan pada komoditas, kapasitas fiskal yang minim, serta kerentanan terhadap gejolak ekonomi global membuat negara-negara di kawasan ini kerap bergantung pada bantuan pembiayaan eksternal dari IMF, meski nominal pinjaman per negara cenderung kecil.
Berikut adalah daftar 15 negara dengan pinjaman terbesar di IMF:
1. Argentina: 60,18 miliar dolar AS (8,7 persen dari PDB)
2. Ukraina: 15,48 miliar dolar AS (6,9 persen dari PDB)
3. Mesir: 10,67 miliar dolar AS (2,5 persen dari PDB)
4. Pakistan: 10,50 miliar dolar AS (2,6 persen dari PDB)
5. Ekuador: 10,08 miliar dolar AS (7,3 persen dari PDB)
6. Pantai Gading: 5,19 miliar dolar AS (5,3 persen dari PDB)
7. Kenya: 4,22 miliar dolar AS (2,9 persen dari PDB)
8. Bangladesh: 4,16 miliar dolar AS (0,8 persen dari PDB)
9. Ghana: 3,95 miliar dolar AS (3,3 persen dari PDB)
10. Angola: 3,51 miliar dolar AS (2,3 persen dari PDB)
11. Kongo (DRC): 3,20 miliar dolar AS (3,5 persen dari PDB)
12. Kosta Rika: 2,56 miliar dolar AS (2,3 persen dari PDB)
13. Ethiopia: 2,54 miliar dolar AS (2,1 persen dari PDB)
14. Sri Lanka: 2,54 miliar dolar AS (2,6 persen dari PDB)
15. Yordania: 2,37 miliar dolar AS (3,7 persen dari PDB)