

TREAT – Perbaikan dalam segala hal dilatarbelakangi oleh ribuan kesalahan kecil, sedangkan kesuksesan yang anda harapkan berdasar dari seberapa banyak kegagalan yang sudah menimpa anda. Mari kita bayangkan seorang anak kecil yang berjalan dan ratusan kali ia terjatuh lalu terluka, tapi pernahkan anak kecil tersebut berkata “Oh, mungkin berjalan bukan bidang saya. Saya tidak akan bisa berjalan”.
Kegagalan tidak akan terlihat sebelum seseorang melakukannya, sedangkan untuk menghindari kegagalan tersebut merupakan proses kehidupan yang dipelajari setelah kita memiliki pengetahuan atau pengalaman.
Beberapa hal yang membuat kita memutuskan untuk tidak mencoba yang sebaiknya dihindari.

Satu sumbangan batasan kadang berasal dari orang tua yang terpaku pada sistem pendidikan di Indonesia yang monoton. Akibatnya orang tua kerap melarang pengembangan sang anak untuk melakukan hal-hal baru. Takut dengan kondisi anaknya yang akan terluka akibat rasa penasaran yang ingin dicapai sang anak.
Disamping itu, media massa terus menyajikan berita-berita tentang kesuksesan demi kesuksesan seseorang, namun tidak serta merta mengekspos jam praktik bagaimana seseorang tersebut mencapai kesuksesannya. Ini hanya satu sumbangan misal, batasan-batasan yang hadir muncul dari beragam pihak dengan beragam model pula.
Kegagalan yang menghantui kebanyakan datang dari salah pilih nilai-nilai yang buruk. Kita hanya terpaku pada apa yang kita bisa dan pernah lakukan sebelumnya. Takut dengan keadaan rugi, rasa sakit atau keburukan lainnya yang akan menimpa. Padahal itu semua sudah terjadi pada orang-orang sukses lain. Bukankah tidak ada kesuksesan yang dicapai dengan instan?
Kenapa harus takut untuk gagal? Kita hanya bisa benar-benar sukses jika kita ada disuatu bidang yang memungkinkan kita untuk rela menghadapi kegagalan. Jika kita tidak bersedia untuk gagal, maka kita tidak pula bersedia untuk suksess