

Miami – Hard Rock Stadium menjadi panggung penentuan bagi Prancis dan Inggris dalam perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026.
Meskipun kerap dianggap sebagai laga hiburan, pertandingan ini menyimpan urgensi tinggi bagi kedua kesebelasan.
Bagi Prancis, laga ini adalah momentum krusial bagi Kylian Mbappe untuk mengamankan gelar Sepatu Emas.
Mbappe saat ini mengoleksi delapan gol, setara dengan jumlah gol yang dicatatkan kapten Argentina, Lionel Messi.
Kesempatan untuk menambah pundi-pundi gol terbuka lebar bagi Mbappe saat berhadapan dengan lini pertahanan Inggris.
Di sisi lain, Inggris berupaya menggunakan laga ini untuk memulihkan citra mereka pascakegagalan menembus babak final.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, berada di bawah tekanan besar setelah strategi yang diterapkannya menuai kritik tajam.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, menegaskan bahwa timnya tetap membidik kemenangan demi kehormatan negara.
Deschamps ingin memberikan perpisahan manis dengan memastikan Mbappe keluar sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Lini depan Prancis diprediksi tetap mengandalkan kolaborasi antara Kylian Mbappe dan Michael Olise.
Namun, rotasi pemain kemungkinan besar akan terjadi di sektor tengah dan pertahanan menyusul cedera yang menimpa William Saliba.
Pemain-pemain seperti Rayan Cherki, Marcus Thuram, dan N’Golo Kante berpeluang besar untuk tampil sejak menit awal.
Sementara itu, Inggris dikabarkan akan memberikan kesempatan bermain lebih banyak kepada Kobbie Mainoo.
Keputusan ini diambil setelah Tuchel menerima kritik atas minimnya menit bermain Mainoo sepanjang turnamen berlangsung.
Opsi penyerang seperti Marcus Rashford, Ollie Watkins, dan Ivan Toney juga dipersiapkan untuk menambah daya gedor The Three Lions.
Meski melakukan rotasi, Harry Kane dan Jude Bellingham diperkirakan tetap menjadi poros utama serangan Inggris.
Kane mencatatkan statistik impresif sebagai pencipta peluang terbanyak bagi Inggris dengan total 23 peluang.
Secara statistik, Prancis tampil lebih dominan dalam membangun serangan sepanjang perhelatan Piala Dunia 2026.
Les Bleus mencatatkan 120 peluang dengan nilai expected goals (xG) mencapai 13,79.
Inggris sedikit tertinggal dalam aspek kreasi peluang dengan total 99 peluang dan nilai xG sebesar 12,7.
Namun, Inggris menunjukkan efektivitas lebih baik dengan tingkat konversi gol mencapai 14 persen.
Angka tersebut unggul tipis dibandingkan Prancis yang mencatatkan tingkat konversi gol sebesar 13 persen.
Laga ini juga menjadi ujian mentalitas bagi para pemain setelah kegagalan di babak semifinal.
Prancis dinilai memiliki ketangguhan psikologis lebih baik dalam bangkit dari kekalahan dibandingkan Inggris.
Inggris memiliki catatan sejarah yang kurang menguntungkan dalam laga perebutan tempat ketiga.
Dalam dua kesempatan sebelumnya, Inggris selalu menelan kekalahan, yakni pada edisi 1990 dan 2018.
Persaingan sengit antara Mbappe dan Kane dalam perburuan Sepatu Emas diprediksi akan meningkatkan tensi pertandingan secara signifikan.