

Jakarta – CEO Apple Tim Cook resmi menyampaikan salam perpisahan dalam earnings call pertama 2026, yang juga menjadi yang terakhir sebelum ia mengakhiri masa jabatannya.
Momen ini menandai berakhirnya kepemimpinan Cook selama 15 tahun dalam mengawal kinerja finansial raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.
Dalam sesi pembukaan, Cook menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para pemegang saham dan analis selama bertahun-tahun.
Mengutip Apple Insider, Sabtu (1/8/2026), Cook juga mengonfirmasi proses transisi kepemimpinan kepada John Ternus berjalan mulus.
“Transisi berjalan tanpa kendala, dan saya sangat antusias melihat John memimpin Apple menuju era berikutnya. Tidak ada orang yang lebih tepat untuk memegang kemudi perusahaan ini,” ujar Cook.
Ia menegaskan optimismenya terhadap masa depan Apple di bawah nahkoda baru.
Sejak menjabat sebagai CEO pada 2011 menggantikan Steve Jobs, Cook telah memimpin lebih dari 60 sesi earnings call.
Selama 15 tahun berturut-turut, ia tidak pernah absen satu kali pun, bahkan saat terserang flu berat.
Sesi earnings call Apple dikenal memiliki dinamika tersendiri. Paruh pertama diisi pembacaan laporan resmi, sementara paruh kedua menjadi ajang tanya jawab antara manajemen Apple dan para analis.
Cook dan timnya dikenal sangat disiplin menjaga rahasia produk masa depan.
Rekor terjadi pada panggilan tahun 2018, ketika kalimat variasi “kami tidak berkomentar mengenai produk yang belum diumumkan” diucapkan sebanyak 11 kali dalam satu sesi.
Untuk meredakan ketegangan usai sesi finansial yang intensif, Cook memiliki ritual unik, yakni berjalan santai mengelilingi Apple Park.
“Suara dan pemandangan di Apple Park membuat tantangan besar hari itu terasa begitu kecil,” ungkap Cook dalam sebuah wawancara pada 2020.
Keterlibatan Cook dalam laporan keuangan Apple sebenarnya telah berlangsung lama. Sebelum wafatnya Steve Jobs pada 2011, Jobs jarang menghadiri sesi ini dan mempercayakannya kepada Cook serta CFO Peter Oppenheimer.
Momen bersejarah terakhir Jobs di earnings call terjadi pada Oktober 2010, saat Apple mencatat pendapatan kuartalan USD 20 miliar untuk pertama kalinya.
Memasuki 2026, peta finansial Apple telah berubah drastis. Apple baru saja menembus rekor kapitalisasi pasar sebesar USD 5 triliun.
Meski laporan keuangannya konsisten memecahkan rekor dan melampaui ekspektasi Wall Street, saham Apple (AAPL) kerap mengalami koreksi teknis usai pengumuman, seperti kali ini yang turun sekitar 8% pada perdagangan after-hours.
Meski demikian, kepemimpinan Tim Cook selama satu setengah dekade terakhir terbukti telah mengubah Apple menjadi salah satu korporasi paling bernilai dalam sejarah peradaban modern.