Agen AI dan Ekstensi Browser Diam-Diam Bocorkan Data Perusahaan

bagaimana agen ai dan ekstensi browser diam diam bobol data perusahaan?

Jakarta – Laju adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor korporasi kini memasuki fase baru yang semakin kompleks.

Laporan keamanan State of the Internet (SOTI) bertajuk ‘The Enterprise AI Usage Risk Report 2026’ yang dirilis Akamai mengungkapkan, integrasi cepat teknologi AI otonom dan ekstensi peramban (browser) berbahaya justru membuka celah serangan siber baru yang melompati benteng keamanan konvensional.

Praktik shadow AI, yakni penggunaan aplikasi AI tanpa otorisasi tim IT, serta keberadaan ekstensi peramban yang berjalan diam-diam, kini menjadi celah krusial yang mengancam aset digital penting perusahaan.

Vice President Enterprise Security Product & Engineering Akamai, Or Eshed, menegaskan peran AI telah bergeser dari sekadar alat bantu menjadi “rekan kerja” yang memegang akses langsung ke data sensitif.

“Solusi pencegahan kebocoran data konvensional dirancang untuk era perpindahan file dan email. Saat ini, data sensitif perusahaan tersebar secara sistematis melalui jutaan prompt, akun pribadi yang tidak terkelola, hingga agen AI otonom,” ujar Eshed, dikutip Senin (10/8/2026).

Menurut dia, pimpinan keamanan siber harus beradaptasi dari sekadar memblokir AI menjadi mengelola alur operasionalnya secara berkelanjutan.

Rekomendasi