

Jakarta – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa peluang Timnas Indonesia untuk menembus babak semifinal Piala AFF 2026 masih terbuka lebar meski skuad Garuda baru saja menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam.
Kekalahan menyakitkan yang terjadi di Stadion Pakansari, Cibinong, pada Senin (3/8/2026) lalu tersebut tidak menyurutkan optimisme federasi terhadap masa depan tim nasional.
Erick Thohir meminta Rizky Ridho dan rekan-rekannya untuk segera melupakan hasil buruk tersebut dan mengalihkan seluruh konsentrasi pada laga krusial berikutnya.
Timnas Indonesia dijadwalkan akan menghadapi Singapura di Stadion Jalan Besar pada Jumat (7/8/2026) mendatang.
Pertandingan melawan Singapura menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas pasukan John Herdman untuk menjaga asa lolos ke fase empat besar turnamen.
Erick Thohir menyatakan keyakinannya bahwa skuad Garuda mampu bangkit dan memperbaiki performa di laga penentuan tersebut.
Saya percaya masih ada peluang, karena ini turnamen yang berbeda, mudah-mudahan saat menghadapi Singapura nanti kita bisa bangkit, ujar Erick Thohir dalam keterangan resminya pada Rabu (5/8/2026).
Terkait hasil minor saat melawan Vietnam, Erick mengakui bahwa lawan memang tampil jauh lebih dominan dan efektif.
Ia menyebut Vietnam memiliki kualitas serta pengalaman yang matang, sehingga kemenangan mereka dalam laga tersebut dinilai cukup pantas.
Kita harus mengakui bahwa Vietnam adalah tim yang kuat dan memiliki sejarah yang solid, mereka telah membuktikan kapasitasnya dengan tiga kali menjuarai Piala AFF, tambah Erick.
Di sisi lain, Erick Thohir memastikan bahwa posisi pelatih John Herdman tetap aman dan mendapat dukungan penuh dari PSSI.
Kekalahan dari Vietnam tidak akan menggoyahkan komitmen federasi terhadap proyek jangka panjang yang tengah dirancang bersama pelatih asal Inggris tersebut.
Erick menekankan bahwa pembentukan tim nasional yang kompetitif memerlukan proses yang tidak instan.
Saya masih sangat percaya dengan John Herdman untuk membentuk timnas yang kuat dan berdaya saing secara bertahap, jelas Erick.
Menurut Erick, visi yang diusung oleh PSSI saat ini melampaui sekadar dominasi di kawasan Asia Tenggara.
Target jangka panjang Indonesia adalah mampu bersaing secara konsisten di level Asia hingga level dunia.
Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran, tegasnya.
Pada laga melawan Vietnam, Timnas Indonesia memang terlihat kesulitan untuk menembus rapatnya pertahanan lawan.
Kekalahan tiga gol tanpa balas di hadapan pendukung sendiri menjadi evaluasi besar bagi tim pelatih.
Kini, kemenangan atas Singapura menjadi harga mati bagi Timnas Indonesia jika ingin melaju ke babak selanjutnya di ajang ASEAN Championship 2026.