

Jakarta – Yamaha Grand Filano Hybrid tampil dengan karakter yang berbeda-beda di tangan para modifikator. Melalui gelaran Classy Modifest 2026, motor ini membuktikan bahwa satu skutik bisa memiliki banyak wajah berkat kreativitas para pemiliknya dari berbagai kota di Indonesia.
Dari ribuan peserta yang mengikuti Classy Modifest di lima kota, lima Grand Filano Hybrid akhirnya dinobatkan sebagai Best of The Best Modification.
Masing-masing pemenang membawa konsep yang berbeda, mulai dari rally, rock and roll, racing, hingga sentuhan heritage dan karakter kartun.
Yamaha menilai kelima karya tersebut bukan sekadar mengandalkan tampilan, tetapi juga memiliki konsep detail, orisinal, dan didukung eksekusi teknis yang kuat.
“Ajang Classy Modifest tahun ini kembali membuktikan bahwa skutik Classy Yamaha selalu dipilih anak muda untuk menjadi sarana berkreasi sesuai dengan gaya dan kesenangannya masing-masing,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Salah satu pemenang datang dari Makassar. Grand Filano milik Irmansyah Nurdin mengusung konsep rally.
Tampilan itu diperkuat kombinasi warna merah dan putih, stripping oranye pada bodi, serta angka ‘5’ dengan gaya tipografi balap.
Modifikasi tersebut juga dilengkapi wheeldop dan knalpot custom berbahan stainless yang membuat tampilan belakang semakin kuat.
Dari Surabaya, Christian Bobby Chandra menghadirkan karakter berbeda lewat konsep rock and roll bernuansa metal.
Warna hitam mendominasi bodi, sementara grafis white flame menjadi identitas utama di bagian samping.
Cover lampu checkerboard hitam-putih serta aksen chrome pada velg dan suspensi depan semakin memperkuat karakter rock pada skutik tersebut.
Sementara itu, kreator muda asal Pulau Dewata, I Kadek Gunawa, hadir dengan pendekatan lebih playful lewat konsep Donald Duck Sport.
Grand Filano miliknya menggunakan kombinasi warna biru dan kuning yang terinspirasi dari karakter Donald Duck.
Namun, nuansa kartun itu tidak membuat motor kehilangan kesan sporty.
Sejumlah part bergaya balap turut dipasang, seperti velg palang berwarna emas, knalpot racing, serta aksen serat karbon pada area dek kaki hingga cover CVT.
Perwakilan Jawa Tengah dari Team Blastoise, Enggarino Diambona, memadukan estetika Japanese Art dengan racing look.
Motor yang dijuluki Filantoise tersebut dihiasi grafis ombak, bunga sakura, Daruma, hingga Maneki-neko.
Tampilan itu kemudian dipadukan dengan velg multi-spoke emas, suspensi belakang, serta sistem pengereman yang telah di-upgrade sehingga aura racing-nya semakin kuat.
Konsep terakhir datang dari Bandung melalui Royal Heritage Mooneyes. Berbeda dari konsep sebelumnya yang tampil sporty dan playful, karya ini mengejar kesan mewah.
Bodi hitam dengan aksen kuning keemasan dipadukan dengan pinstriping rumit dan tipografi bergaya klasik.
Identitas Mooneyes juga ditampilkan melalui slogan “Go! With Moon!!” pada bagian dek kaki, membuat Grand Filano tersebut memiliki karakter layaknya kendaraan bergaya royal.
Lima karya tersebut sekaligus memperlihatkan fleksibilitas Grand Filano Hybrid sebagai basis modifikasi.
Yamaha memposisikan skutik ini sebagai kendaraan yang memadukan gaya fashionable dan fungsi.
Dari sisi teknologi, motor ini mengandalkan Blue Core Hybrid 125 cc yang lebih irit dan power full, TFT Sub Display, Smart Front Refuel, bagasi 27 liter, serta Electric Power Socket USB Type A.
Grand Filano Hybrid hadir dalam dua varian. Hybrid Neo dibanderol Rp 28,665 juta, sedangkan Hybrid Lux dipasarkan Rp 29,145 juta. Keduanya merupakan harga rekomendasi OTR Jakarta.