

TREAT – Nama Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan bukan sosok asing di industri hiburan Indonesia. Lahir di Surabaya pada 28 Desember 1999, ia memulai karier sejak usia muda dan terus berkembang hingga kini. Publik mengenalnya bukan hanya sebagai aktor, tetapi juga penyanyi serta produser film yang konsisten mengeksplorasi kreativitasnya.
Perjalanan kariernya dimulai saat ia memerankan Trapani dalam drama musikal Laskar Pelangi pada 2010–2011. Dari panggung teater inilah bakatnya mulai terlihat.

Namanya benar-benar melejit ketika ia bergabung dengan boyband Coboy Junior pada 2011. Bersama Aldi, Bastian, dan Kiki, grup bentukan Patrick Effendy itu sukses besar di kalangan remaja.
Lewat lagu-lagu populer seperti Eeaa, Kenapa Mengapa, dan Terhebat, mereka menjelma menjadi fenomena nasional. Popularitas tersebut semakin kuat melalui film Coboy Junior The Movie yang dirilis pada 2013. Setelah salah satu personel keluar, grup ini berganti nama menjadi CJR sebelum akhirnya vakum pada 2017.
Pasca vakumnya CJR, Iqbaal memilih jalur berbeda. Ia ingin lepas dari citra boyband remaja dan membangun identitas artistik yang lebih matang. Ia kemudian mendirikan band indie bernama Svmmerdose, di mana ia berperan sebagai vokalis dan gitaris. Musik yang diusung lebih bernuansa alternative rock dan pop indie, mencerminkan kedewasaan musikalnya.

Puncak popularitasnya sebagai aktor datang saat ia membintangi film Dilan 1990, adaptasi novel karya Pidi Baiq. Ia memerankan Dilan, sosok remaja romantis yang berhasil memikat jutaan penonton. Chemistry-nya dengan Vanesha Prescilla membuat film ini meraih lebih dari enam juta penonton dan menjadi box office. Kesuksesan tersebut berlanjut melalui Dilan 1991 serta Milea: Suara dari Dilan.
Tak hanya fokus di dunia akting dan musik, Iqbaal juga dikenal sebagai figur muda yang cerdas dan peduli pendidikan. Ia merupakan alumnus Universitas Monash dan beberapa kali menjadi pembicara dalam forum anak muda. Ia kerap menyuarakan pentingnya membaca, berpikir kritis, serta membangun karakter di tengah popularitas.
Dengan perjalanan yang terus berkembang, Iqbaal menunjukkan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan. Ia bertransformasi dari idola remaja menjadi seniman yang lebih matang dan berintegritas.
Konsistensinya dalam berkarya menjadikannya salah satu figur muda paling berpengaruh di industri hiburan Indonesia saat ini.