Erupsi Semeru Tak Ganggu Perjalanan Kereta Daop 9 Jember

Jember – Perjalanan kereta api di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember tetap aman dan beroperasi normal menyusul erupsi Gunung Semeru. Seluruh sarana dan prasarana perkeretaapian di area tersebut dipastikan tidak terdampak bencana alam. Informasi ini disampaikan pada Kamis, 20 November 2025.

Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa di tengah peningkatan aktivitas Gunung Semeru, PT KAI bergerak cepat melakukan pengecekan menyeluruh. Pemeriksaan intensif difokuskan pada lintas Jatiroto-Ranuyoso, yang merupakan wilayah terdekat dari Gunung Semeru.

Tim lapangan melakukan inspeksi terhadap jalur rel, jembatan, stasiun, serta perlintasan sebidang (JPL) untuk memastikan keamanan operasional kereta api. Hasilnya, seluruh prasarana dan jalur kereta api di lintas tersebut berada dalam kondisi aman dan siap digunakan.

Cahyo menegaskan, tidak ditemukan material vulkanik seperti abu atau pasir yang mengganggu jalur rel maupun persinyalan. Oleh karena itu, seluruh perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun komuter, tetap beroperasi normal sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, PT KAI Daop 9 Jember juga meningkatkan patroli jalur. Selain itu, alat pembersih jalur disiagakan untuk mengantisipasi potensi hujan abu di area operasi. Komitmen penguatan mitigasi ini turut diwujudkan dengan penempatan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di Stasiun Probolinggo, Stasiun Klakah, dan Stasiun Jember, guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan prasarana.

“Kami ingin menegaskan bahwa kondisi perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember aman. Petugas kami telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, terutama di lintas Jatiroto-Ranuyoso yang paling dekat dengan Semeru. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya material vulkanik yang mengganggu jalur. Seluruh perjalanan KA tetap berjalan normal sesuai jadwal,” ujar Cahyo.

Cahyo menambahkan, penempatan AMUS merupakan bentuk komitmen KAI untuk memastikan penanganan cepat dan tepat jika ada perkembangan di lapangan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya bahwa KAI selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap operasinya,” katanya.

KAI Daop 9 Jember juga terus berkoordinasi erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta pemerintah daerah. Koordinasi ini bertujuan untuk memantau perkembangan situasi vulkanik Gunung Semeru secara langsung. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat apabila terdapat perubahan kondisi operasional.

Rekomendasi