

Jakarta – Indonesia resmi bergabung dengan New Development Bank (NDB) setelah menjadi anggota organisasi antarpemerintah BRICS. Pemerintah Indonesia menyepakati penyetoran dana awal ke NDB senilai US$1 miliar atau sekitar Rp16,6 triliun (asumsi kurs rupiah Rp16.663 per US$).
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan setoran dana tersebut merupakan bentuk investasi Indonesia ke bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS itu.
“Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank dan pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana US$1 miliar untuk investasi New Development Bank,” ucap Airlangga dalam rapat pimpinan nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Jakarta Pusat, 1 Desember 2025.
Airlangga menambahkan, dengan menjadi anggota BRICS, Indonesia langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank. Menurutnya, BRICS menjadi akses pasar baru yang potensial bagi Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keputusan Indonesia untuk bergabung sebagai anggota NDB dalam pertemuan dengan Presiden NDB Dilma Vana Rousseff. Dilma Rousseff, yang juga mantan Presiden Brasil periode 2011–2016, mengunjungi Istana Negara pada Selasa, 25 Maret 2025.
Prabowo menyatakan, setelah melalui evaluasi oleh tim Kementerian Keuangan, pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk menerima undangan NDB. “Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk bergabung dengan New Development Bank dan mengikuti prosedur serta persyaratan yang telah diberikan kepada kami,” ujar Presiden Prabowo seperti dikutip dari laman Sekretariat Presiden, 1 Desember 2025.
Presiden NDB Dilma Rousseff menyambut baik langkah Indonesia, menyebutnya sebagai negara penting di kawasan dan dunia. Ia menilai Indonesia memiliki kesamaan visi dengan NDB dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Rousseff juga mengapresiasi perencanaan pembangunan Indonesia yang dinilainya jelas dan berjangka panjang. Ia menyampaikan bahwa Indonesia dan NDB memiliki kesamaan prioritas dalam sektor investasi, termasuk infrastruktur, logistik, jalan, rel kereta, pelabuhan, bandara, hingga konektivitas digital dan transisi energi.
Secara khusus, Rousseff memuji pencapaian Indonesia dalam penggunaan biofuel. “Indonesia adalah negara yang memimpin dalam biofuel seperti biodiesel dengan capaian 40 persen. Saya sangat terkesan dengan hal ini,” ungkapnya.