

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan kembali bergerak melemah pada perdagangan Rabu (20/5). Proyeksi ini muncul setelah pada perdagangan Selasa (19/5), IHSG ditutup anjlok 228,56 poin atau 3,46 persen ke level 6.370,679.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa berdasarkan analisis teknikal, IHSG saat ini berada dalam kondisi oversold berdasarkan indikator RSI. Indeks juga dinilai telah berhasil menguji target wave 5/A.
Nafan menjelaskan, pergerakan pasar hari ini sangat dipengaruhi oleh pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo dalam sidang paripurna DPR. Investor menantikan kejelasan mengenai kebijakan fiskal, strategi stabilitas makro, serta langkah konkret pemerintah dalam merespons tekanan di pasar keuangan.
Selain itu, pasar juga menanti pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait penetapan BI-Rate. Menurut Nafan, BI diperkirakan tidak akan mengorbankan ruang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal hanya untuk merespons pelemahan rupiah secara reaktif melalui kenaikan suku bunga.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham ADMR, BBTN, dan JPFA pada perdagangan hari ini.
Senada dengan Mirae, MNC Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan melanjutkan koreksi ke level 6.307. Bahkan, indeks berpotensi melemah lebih dalam ke rentang 6.084 hingga 6.148.
MNC Sekuritas mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai potensi koreksi lanjutan tersebut. Adapun saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas meliputi ANTM, INDF, JPFA, dan TLKM.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.