

Jakarta – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengidentifikasi lima isu besar yang paling banyak dibicarakan dan perlu diantisipasi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Isu-isu tersebut meliputi bencana alam hingga keamanan, menyusul insiden bencana yang terjadi di Pulau Sumatera beberapa hari lalu.
“Isu yang kami perlu antisipasi adalah bencana alam, insiden kecelakaan, pungutan liar (pungli), sampah, dan tindakan kriminal,” kata Widiyanti dalam rapat virtual bersama sejumlah kementerian dan lembaga pada Senin, 1 Desember 2025.
Widiyanti menjelaskan, ancaman bencana alam berada dalam ranah penanganan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta memerlukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan akses perjalanan.
Selain itu, Widiyanti meminta pengelola wisata untuk menyiapkan area istirahat yang memadai bagi pengunjung. Praktik pungli juga mesti dikurangi dengan menggandeng pemerintah daerah.
“Terkait pungutan liar, kami memohon kepada pemerintah daerah untuk memastikan pengawasan yang ketat, sehingga praktik pungli dapat diminimalkan, terutama pada area parkir dan pelayanan publik lainnya,” ujarnya.
Berdasarkan pemaparan Widiyanti, kendala yang paling banyak ditemui wisatawan selama berlibur adalah kemacetan sebesar 67,8 persen. Disusul oleh cuaca yang berubah-ubah 12,6 persen, tujuan wisata ramai 11,4 persen, harga naik atau mahal 5 persen, infrastruktur jalan tidak memadai 4,5 persen, kurangnya kebersihan 2,5 persen, kurang transportasi umum 1,8 persen, dan pungutan liar atau pungli sebesar 1,5 persen. Data ini diolah oleh Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenpar pada tahun 2024.
Masih dari data yang sama, lokasi utama yang dikunjungi wisatawan didominasi di luar kota sebanyak 43 persen dan dalam kota 39,7 persen. Wisata juga dominan dilakukan bersama keluarga sebanyak 82,1 persen dan menggunakan kendaraan pribadi sebesar 70,2 persen.
Dalam rangka persiapan libur Nataru tahun ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyediakan kanal informasi melalui Halo Wonderful. Kanal ini dapat diakses melalui nomor WhatsApp 08118956767 dan telepon di nomor 0213838000. Layanan tersebut berfungsi untuk menyampaikan pengaduan, permintaan informasi, konsultasi, dan aspirasi.
“Mohon dukungannya agar dapat koordinasi di lapangan, wisatawan dapat diarahkan untuk melapor ke sini atas kendala yang dihadapi mengenai pariwisata atau ke posko,” pungkas Widiyanti.