Samuel Sekuritas Analisis Saham RLCO, Potensi Harga Naik 43 Persen

JAKARTA – PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), emiten pengolah sarang burung walet, telah menetapkan harga saham perdana di level atas, yakni Rp168 per saham. Harga ini sebelumnya ditawarkan dalam rentang Rp150 hingga Rp168 per saham.

Prospek cerah RLCO didukung oleh riset dari penjamin emisi efek, Samuel Sekuritas Indonesia. Perusahaan diproyeksikan mencatat pertumbuhan pendapatan dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2025–2027.

Pertumbuhan tersebut didorong kuatnya permintaan pasar luar negeri dan kondisi industri yang positif. Indonesia sendiri diketahui memasok sekitar 75% kebutuhan sarang burung walet dunia.

Lebih dari 85% ekspor RLCO ditujukan ke Hong Kong dan China, pasar yang menunjukkan tren peningkatan konsumsi sarang burung walet dari kalangan muda berdaya beli tinggi. Kesadaran global terhadap kesehatan juga mendorong permintaan, terlihat dari pertumbuhan ekspor sarang burung walet Indonesia yang mencatat CAGR 15,7% selama 10 tahun terakhir.

Di pasar domestik, berkembangnya sektor makanan dan minuman (F&B) berbasis kesehatan turut menopang prospek RLCO. Pasar suplemen makanan Indonesia diperkirakan tumbuh dari US$3,24 miliar pada 2024 menjadi US$4,72 miliar pada 2030.

RLCO berencana memperkuat pertumbuhan melalui ekspansi portofolio produk konsumer (consumer goods) yang saat ini menyumbang 88,5% dari total pendapatan. Produk-produk seperti minuman siap saji (ready-to-drink/RTD), makanan siap santap (ready-to-eat/RTE), dan minuman bubuk akan diarahkan ke pasar ekspor baru, seperti Thailand dan Vietnam, mulai kuartal II 2025.

Ke depan, perusahaan juga membidik pasar Amerika Serikat (AS) dan Filipina untuk memperluas jangkauan ekspor. Selain sarang burung walet premium, manajemen RLCO juga mendiversifikasi produk ke kategori berbasis protein alami seperti kaldu ayam, kolagen, serta inovasi minuman dan makanan siap konsumsi.

Melalui merek-merek seperti Lion Nest, Jade Nest, Realfood, dan Momiku, RLCO mengoperasikan tiga fasilitas produksi modern di Bojonegoro, Jawa Timur. Fasilitas ini mendukung kapasitas produksi besar, kontrol kualitas yang ketat, serta kesiapan ekspor yang kuat.

Menurut Samuel Sekuritas, laba RLCO berpotensi tumbuh pesat dan memiliki valuasi menarik dengan potensi kenaikan (upside) hingga 43%.

Di bawah kepemimpinan CEO dan pemilik Edwin Pranata, RLCO mencatat lonjakan laba bersih lebih dari tiga kali lipat dalam lima bulan pertama 2025, mencapai Rp14,5 miliar. Fokus pada produk non-sarang burung walet dengan margin lebih tinggi serta penetrasi pasar ekspor baru menjadi motor utama pertumbuhan laba ke depan.

Valuasi perusahaan yang dihitung menggunakan model DCF (Discounted Cash Flow) 5 tahun dengan WACC (Weighted Average Cost of Capital) 5,7% dan terminal growth 2,0% menunjukkan nilai ekuitas RLCO sebesar Rp709 miliar atau Rp227 per saham. Angka ini mencerminkan rasio Price/Sales (P/S) 1,1x, atau diskon 45% dibandingkan emiten sejenis, serta memberikan potensi kenaikan hingga 43%.

Pada 2025, ROE (Return on Equity) RLCO diperkirakan mencapai 19,1%, atau 49% lebih tinggi dari rata-rata industri.

Dengan asumsi harga wajar di Rp227 per saham, potensi kenaikan harga RLCO adalah 35,12% dari harga IPO Rp168 per saham.

Meski demikian, Samuel Sekuritas juga mengakui adanya risiko atas proyeksi pertumbuhan tersebut, terlihat dari melemahnya daya beli konsumen terutama karena permintaan FMCG (Fast-Moving Consumer Goods) secara umum masih lesu dan biaya CPG (Consumer Packaged Goods) yang meningkat. Kondisi ini dapat menekan kemampuan perusahaan untuk menaikkan harga dalam jangka pendek.

Untuk mengatasi hal tersebut, RLCO dapat menerapkan strategi price-pack agar lebih menarik bagi konsumen yang mencari nilai terbaik. Dengan permintaan global yang kuat, inovasi produk, dan ekspansi agresif ke pasar baru, RLCO berada pada posisi strategis untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Saat ini, sebanyak 97% kepemilikan saham RLCO dimiliki oleh Realco Omega Investama, 0,1% oleh Budiono, 2,9% oleh Edwin Pranata, dan 0,1% oleh Edi Haryanto.

Setelah penawaran saham perdana sebanyak 625 juta saham yang setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, kepemilikan saham Realco Omega akan berkurang menjadi 77,6%, Budiono menjadi 0%, Edwin Pranata 2,3%, dan Edi Haryanto 0%.

Samuel Sekuritas juga membuat perhitungan prospek kinerja RLCO hingga tahun 2027. Pendapatan RLCO diperkirakan mencapai Rp635 miliar pada 2025 dengan laba bersih Rp35 miliar. Sementara pada tahun 2026, pendapatan dan laba bersih RLCO diproyeksikan mencapai Rp773 miliar dan Rp54 miliar. Untuk tahun 2027, pendapatan dan laba bersih RLCO diperkirakan masing-masing mencapai Rp952 miliar dan Rp78 miliar.

Rekomendasi