Komdis PSSI Usut Tuntas Aksi Brutal Liga 4, Siapkan Sanksi Berat

Tulungagung – Kekerasan kembali mencoreng sepak bola Indonesia. Insiden tendangan ‘kung fu’ brutal terjadi dalam pertandingan Liga 4 antara PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung, Senin (5/1).

Aksi brutal itu dilakukan oleh pemain Putra Jaya, Hilmi Gimnastiar, yang menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha, pada menit ke-71. Padahal, saat itu tidak ada duel udara yang terjadi.

Ketua Komdis PSSI, Umar Husin, mengecam keras insiden tersebut. Ia menilai tindakan ini melanggar prinsip fair play yang seharusnya dijunjung tinggi dalam sepak bola.

“Isu tentang keselamatan atlet ini tidak hanya monopoli keluarga sepak bola. Jadi semua olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya,” ujar Umar dalam keterangan resminya.

Umar menambahkan, keselamatan atlet menjadi prioritas utama. Pertandingan dapat ditunda, dibatalkan, atau bahkan ditutup jika mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Keolahragaan Nasional Nomor 11 Tahun 2022.

“Turunannya khusus sepak bola itu ada di Kode Disiplin. Memang untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas,” tegasnya.

Umar Husin juga menegaskan bahwa sanksi berat, termasuk larangan bermain seumur hidup, pantas diberikan kepada pemain yang melakukan aksi brutal di lapangan.

“Kami mengimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi,” imbaunya.

Umar Husin berharap Komdis di tingkat daerah atau Pandis dapat bertindak tegas tanpa ragu-ragu demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. “Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” pungkasnya.

Rekomendasi