

Jakarta – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kembali membuka dua jalur pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Sekolah dapat memilih pengisian melalui e-Rapor atau secara manual.
Koordinator Teknologi dan Sistem Informasi PDSS SNPMB, Riza Satria Perdana, menjelaskan bahwa jalur e-Rapor menjadi opsi paling efisien karena sistem otomatis menarik data nilai siswa dari Dapodik atau EMIS.
“Setelah data sekolah difinalisasi dan siswa *eligible* dimasukkan, pengambilan nilai dilakukan otomatis oleh sistem. Sekolah tidak perlu lagi memasukkan nilai satu per satu,” kata Riza, Selasa (6/1/2026).
Jalur manual tetap disediakan bagi sekolah yang belum menggunakan e-Rapor. Sekolah harus menentukan jenis studi siswa, menetapkan siswa *eligible*, mengisi struktur kurikulum per semester, dan memasukkan nilai secara manual sebelum finalisasi.
Riza mengingatkan sekolah yang menerapkan Kurikulum Merdeka untuk mencermati pengisian mata pelajaran pilihan. Sekolah wajib mencentang seluruh mata pelajaran yang diselenggarakan, meskipun tidak semua siswa mengambil mata pelajaran tersebut.
Sekolah dapat mengunduh bukti pengisian PDSS dalam bentuk dokumen PDF dengan QR Code sebagai tanda pengesahan.
Riza juga menegaskan bahwa siswa *eligible* wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) secara lengkap. Setiap siswa harus memiliki nilai untuk lima mata pelajaran, terdiri atas tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan. “Kalau nilai TKA tidak lengkap, siswa tersebut tidak bisa masuk daftar *eligible*,” tegasnya.
SNPMB menyediakan fitur pemantauan pengisian PDSS yang dapat diakses melalui laman resmi SNPMB. Fitur ini memungkinkan orang tua dan dinas pendidikan memantau progres pengisian PDSS setiap sekolah di tingkat provinsi.
Fitur pemantauan ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan mencegah keterlambatan pengisian PDSS yang berpotensi merugikan siswa dalam proses SNBP 2026.