Sufmi Dasco dan Danantara Sambangi BEI Saat IHSG Anjlok

Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama pimpinan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 19 Mei 2026. Pertemuan yang berlangsung di tengah tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini fokus membahas upaya perbaikan pasar modal Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Dasco berdiskusi dengan pimpinan BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait strategi pengembangan investor ritel. Ia optimistis fundamental pasar modal Indonesia tetap kuat dan diprediksi akan menunjukkan hasil positif dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan kita akan melihat hasilnya setelah tanggal 29 Mei ini. Semua yang dilakukan atas kerja keras dan niat baik ini akan membuahkan hasil,” ujar Dasco di Bursa Efek Indonesia, Selasa, 19 Mei 2026.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pihaknya memandang investasi di bursa sebagai komitmen jangka panjang. Ia menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bursa yang mencatatkan imbal hasil (yield) kompetitif di kisaran 10-11 persen. Rosan juga memberikan apresiasi terhadap langkah reformasi yang ditempuh BEI dan OJK guna meningkatkan kepercayaan investor.

Menanggapi kondisi pasar, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG saat ini sejalan dengan tren di bursa regional. Kondisi tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta penyesuaian indeks (rebalancing) Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dilakukan pada 13 Mei lalu.

“Namun, pelemahannya masih moderat, yakni 1,98 persen pada hari pertama pengumuman MSCI, dan 1,85 persen pada 18 Mei setelah libur panjang,” ungkap Friderica.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, IHSG tercatat ditutup melemah 3,08 persen ke level 6.396,26. Data perdagangan menunjukkan sebanyak 96 saham menguat, 611 saham melemah, dan 107 saham stagnan. Volume transaksi mencapai 27,96 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 15,13 triliun dan frekuensi sebanyak 1,73 juta kali.

Rekomendasi