John Herdman Tutup Pintu Naturalisasi Pemain Liga 1 untuk Timnas

Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan tidak tertarik memantau pemain asing berusia 28 hingga 36 tahun di kompetisi domestik untuk kebutuhan skuad Garuda. Pernyataan ini secara tidak langsung menutup peluang bagi sejumlah pemain asing yang sedang menjalani proses naturalisasi untuk membela tim nasional.

Herdman menyatakan lebih memprioritaskan pengembangan talenta muda yang memiliki potensi jangka panjang. Sebagai bukti, ia mencontohkan Dony Tri, pemain berusia 21 tahun yang langsung mendapatkan panggilan dan tampil impresif dalam dua laga FIFA Series pada Maret 2026 lalu.

“Saya tidak memantau pemain berusia 28 hingga 36 tahun meski mereka menawarkan sesuatu yang menarik. Saya begitu tertarik dengan talenta muda,” ujar Herdman.

Selain Dony Tri, Herdman juga menaruh perhatian besar pada pemain muda lain yang memiliki menit bermain tinggi di Indonesia Super League, seperti Alfharezzi Buffon. Ia menilai pemain berusia 19 tahun tersebut membutuhkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di standar kompetisi yang lebih tinggi.

“Kami ingin mengakselerasi pemain muda untuk mendapatkan jam terbang seperti Buffon. Sebagai pelatih, saya punya komitmen terhadapnya,” tegas Herdman.

Kebijakan ini praktis mengeliminasi nama-nama pemain asing yang sedang dalam proses menjadi WNI. Duo pemain Malut United, Ciro Alves (37) dan David da Silva (36), serta winger asal Jepang, Taisei Marukawa (29), dipastikan tidak masuk dalam kriteria pantauan sang pelatih karena faktor usia.

Kendati demikian, proyek naturalisasi tersebut tetap dinilai bermanfaat bagi level klub. Asisten manajer Malut United, Asghar Saleh, menyatakan dukungan terhadap status WNI bagi Ciro Alves. Menurutnya, hal tersebut akan menguntungkan klub dan memungkinkan Ciro untuk berkontribusi bagi sepak bola Indonesia, termasuk potensi menjadi pelatih di masa depan, khususnya di wilayah Maluku Utara.

Rekomendasi