MotoGP Resmi Hapus Aturan Penyediaan Motor Cadangan di Garasi

Jakarta – MotoGP tengah mempertimbangkan perubahan regulasi besar terkait pembatasan jumlah motor. Rencana pengurangan jatah menjadi hanya satu unit motor per pembalap kini mulai digodok sebagai upaya pabrikan untuk menekan biaya operasional.

Selama ini, pembalap MotoGP diizinkan memiliki dua motor di garasi setiap akhir pekan. Keuntungan ini memungkinkan pembalap segera beralih ke motor cadangan jika mengalami kerusakan atau kecelakaan saat sesi latihan bebas maupun kualifikasi.

Pembalap seperti Marc Marquez sering memanfaatkan fleksibilitas tersebut untuk mencari batas kecepatan maksimal. Meski Marquez kerap mengalami kecelakaan, mayoritas insiden justru terjadi saat latihan bebas, sehingga ia tetap dapat melanjutkan agenda balapan dengan motor cadangan.

Selain itu, dua motor memudahkan skema balapan flag-to-flag saat terjadi perubahan cuaca mendadak. Pembalap hanya perlu berganti motor yang telah disetel untuk kondisi lintasan berbeda.

Namun, skenario satu motor per pembalap sebenarnya bukan hal baru dalam dunia balap. Kompetisi kelas Moto2, Moto3, hingga Formula 1 telah lama menerapkan aturan satu tunggangan. Dalam kondisi tersebut, tim sangat mengandalkan ketersediaan suku cadang untuk memperbaiki motor yang rusak di lokasi.

Terkait kekhawatiran kerusakan parah yang tidak mungkin diperbaiki, tim kemungkinan akan mengadopsi sistem seperti di World Superbike. Tim bisa mengajukan izin penggantian motor kepada petugas inspeksi untuk memeriksa tingkat kerusakan sebelum diberikan izin untuk berlomba kembali.

Jika regulasi ini resmi diberlakukan, skema pit stop saat balapan flag-to-flag dipastikan akan berubah. Pembalap harus melakukan pergantian ban secara manual yang memakan waktu lebih lama daripada sekadar mengganti motor.

Perubahan ini menjadi bagian dari negosiasi panjang antara pabrikan dan penyelenggara untuk siklus kontrak baru periode 2027-2031. Selain pembatasan motor, MotoGP juga bersiap menerapkan spesifikasi mesin 850cc, pelarangan perangkat pengatur ketinggian (ride height device), hingga penghapusan jatah wild card mulai musim depan.

Pabrikan juga mengusulkan perubahan sistem insentif yang berbasis pada peringkat kejuaraan, bukan lagi pembagian rata seperti yang diterapkan selama ini. Hingga kini, detail teknis mengenai pemberlakuan aturan tersebut masih terus dibahas oleh pihak terkait.

Rekomendasi