

Jakarta – Sejumlah emiten yang baru saja naik kelas dari Papan Pengembangan ke Papan Utama mencatatkan kinerja positif pada awal perdagangan saham, Jumat (29/5/2026). Mayoritas saham penghuni baru tersebut terpantau bergerak di zona hijau.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.20 WIB, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) memimpin penguatan dengan lonjakan 12,63% ke level Rp2.140 per saham.
Sentimen positif juga menular ke saham PT Akasha Wira International Tbk. (ADES) yang menguat 3,79% ke posisi Rp21.900, serta PT Gozco Plantations Tbk. (GZCO) yang naik 8,11% menjadi Rp160 per saham.
Penguatan juga terjadi pada PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) sebesar 1,53% ke Rp199, PT Galva Technologies Tbk. (GLVA) naik 1,16% ke Rp248, dan PT DFI Retail Nusantara Tbk. (HERO) menguat 1,02% ke Rp396.
Selain itu, saham PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) naik 0,97% ke Rp520, PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) terapresiasi 0,73% ke Rp690, serta PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR) menguat 0,25% ke Rp3.970 per saham.
Di sisi lain, pergerakan saham PT Central Omega Resources Tbk. (DKFT) justru terkoreksi 0,70% ke level Rp705 per saham.
Pemindahan papan pencatatan terhadap 26 emiten ini merupakan hasil evaluasi berkala BEI pada Mei 2026. Keputusan ini didasarkan pada penilaian atas kinerja keuangan, skala aset, likuiditas, serta tata kelola perusahaan yang efektif berlaku mulai hari ini.
Emiten yang menghuni Papan Utama wajib memenuhi kriteria yang lebih ketat dibanding Papan Pengembangan. Persyaratan tersebut meliputi masa operasional minimal 36 bulan, wajib mencetak laba usaha pada tahun terakhir, serta memiliki aktiva berwujud bersih minimal Rp100 miliar.
Selain itu, emiten di Papan Utama harus memiliki laporan keuangan audit dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk dua tahun terakhir, serta memiliki basis pemegang saham minimal 1.000 pihak dengan porsi penawaran sedikitnya 300 juta unit.
Sebagai perbandingan, Papan Pengembangan memiliki ambang batas yang lebih longgar, yakni masa operasi minimal 12 bulan dan persyaratan aktiva berwujud bersih minimal Rp5 miliar.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan investasi menjadi tanggung jawab pribadi.