

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127 pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Data perdagangan mencatat sebanyak 271 saham mengalami penguatan, 409 saham melemah, dan 137 saham stagnan.
Volume transaksi pada penutupan pekan ini mencapai 47,2 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 50,1 triliun. Adapun total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,37 juta kali.
Mengawali perdagangan Jumat pagi, IHSG sempat dibuka melemah di level 6.112 atau turun 18 poin. Namun, indeks sempat menunjukkan pemulihan dengan menguat 1,43 persen ke posisi 6.128 pada penutupan sesi pertama sebelum akhirnya kembali bergerak melemah hingga akhir sesi.
Co-founder PasarDana, Hans Kwee, memprediksi pasar saham akan terus menghadapi volatilitas tinggi. Hal ini dipicu oleh penyesuaian atau rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan berlaku efektif mulai 1 Juni 2026.
Meski demikian, Hans menilai sebagian besar fund manager telah melakukan penyesuaian portofolio jauh hari sebelum tenggat waktu 29 Mei 2026. Menurutnya, tidak terlihat adanya kepanikan berarti di pasar, meskipun beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI mengalami tekanan penurunan.
Hans menjelaskan bahwa penghapusan sejumlah emiten dari indeks MSCI lebih bersifat teknikal dan tidak mencerminkan penurunan fundamental perusahaan. Ia optimistis periode setelah rebalancing MSCI dapat menjadi titik terendah (bottom) dari pelemahan IHSG, sehingga pasar saham berpeluang kembali bangkit mengikuti kinerja fundamental perusahaan ke depan.