

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari perdagangan terakhir Mei 2026 diprediksi masih akan dibayangi volatilitas terbatas. Kondisi ini dipicu oleh menjelang efektifnya proses rebalancing indeks MSCI pada awal Juni mendatang.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa tekanan dari rebalancing MSCI sejatinya telah terdistribusi sejak pertengahan Mei. Menurutnya, mayoritas manajer investasi telah melakukan penyesuaian secara bertahap sejak 12 Mei sehingga risiko penumpukan tekanan di satu waktu dapat dihindari.
Seiring meredanya tekanan mekanis tersebut, Wafi melihat potensi stabilisasi pasar mulai terbuka pada pekan depan. Secara teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang terbatas dengan level support di kisaran 6.050-6.100 dan resistance di area 6.300.
Meskipun demikian, investor tetap diminta mewaspadai sejumlah faktor eksternal dan domestik. Beberapa sentimen yang memengaruhi pasar di antaranya sisa eksekusi rebalancing, eskalasi geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian kebijakan DSI, serta review FTSE yang akan efektif pada 22 Juni 2026.
Terkait strategi investasi, pelaku pasar disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil posisi dan menunggu kondisi pasar lebih stabil dalam dua hingga tiga hari ke depan. Wafi merekomendasikan strategi akumulasi bertahap pada saham-saham berfundamental kuat yang sudah berada di area oversold.
Investor juga diimbau untuk menghindari saham dengan karakteristik high speculative counter (HSC) selama pasar masih fluktuatif. Fokus utama sebaiknya diarahkan pada emiten dengan free float di atas 15%, pertumbuhan laba yang jelas, serta dividend yield yang tinggi.
Beberapa pilihan saham yang dinilai menarik dicermati antara lain sektor perbankan besar seperti BBCA dan BMRI karena valuasinya yang relatif atraktif. Saham berbasis komoditas seperti AADI dan PTBA juga layak dilirik berkat dukungan dividend yield tinggi serta aliran dana asing yang konsisten.
Pada sektor logam mulia, ANTM dan BRMS menjadi pilihan seiring solidnya harga emas global. Sementara itu, saham konsumer defensif seperti INDF dan ICBP juga dapat dipertimbangkan. Untuk saham seperti BREN dan TPIA, meski secara fundamental dinilai baik, akumulasi disarankan dilakukan secara selektif setelah tekanan dari review FTSE mereda pada akhir Juni.