

Yogyakarta – PT Agrinas Palma Nusantara (APN) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan. Sinergi ini bertujuan mendorong transformasi industri perkebunan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menyatakan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat krusial dalam mengelola operasional perkebunan yang luas. Saat ini, Agrinas mengelola sekitar 4,11 juta hektare lahan sawit yang tersebar dari Aceh hingga Papua.
“Kami membutuhkan dukungan akademik melalui fungsi tridarma perguruan tinggi, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kapasitas SDM,” ujar Ghani di UGM, Sabtu, 30 Mei 2026.
Menurut Ghani, cakupan kerja sama ini tidak terbatas pada komoditas kelapa sawit saja. Ke depan, kolaborasi akan diperluas untuk pengembangan komoditas strategis lainnya seperti jagung, kedelai, dan singkong guna mendukung agenda ketahanan pangan nasional.
Selain riset dan teknologi, Agrinas fokus mendorong kemitraan dengan petani yang lebih berkelanjutan. Perusahaan juga telah membentuk dua direktorat khusus untuk menangani aspek lingkungan dan sosial guna memastikan praktik bisnis yang patuh terhadap prinsip sustainability.
“Kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan petani agar produktivitas mereka meningkat dan kesenjangan dengan produktivitas korporasi bisa diperkecil,” tambahnya.
Menanggapi kolaborasi tersebut, Rektor UGM Ova Emilia menyambut baik langkah Agrinas. Ia menekankan bahwa pengembangan sektor perkebunan harus berbasis pada pertanian berkelanjutan yang memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi sejauh mana dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutur Ova.
UGM menyatakan kesiapannya mendukung kerja sama melalui lintas disiplin ilmu, mulai dari pertanian, ekonomi, sosial, hingga hukum. Selain itu, peluang penguatan kapasitas SDM akan dibuka melalui program pendidikan sarjana dan pascasarjana yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, serta pelibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk pemberdayaan masyarakat.
Sebagai bentuk nyata kolaborasi, kemitraan ini juga mencakup pengembangan model pembiayaan inovatif bagi perguruan tinggi melalui dukungan sebagian keuntungan bisnis perusahaan. Kedua pihak berharap sinergi ini mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat sektor perkebunan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di Indonesia.