Mutuagung Lestari Siap Bagikan Dividen dengan Potensi Yield 2%

Jakarta – PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU) resmi menetapkan pembagian dividen final tunai sebesar Rp 7,25 miliar atau Rp 2,31 per lembar saham. Keputusan tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026).

Pada perdagangan hari yang sama hingga pukul 13.32 WIB, harga saham emiten sektor jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (TIC) ini berada di level Rp 107 per lembar. Dengan harga tersebut, yield dividen yang ditawarkan mencapai 2,16%.

Direktur Keuangan MUTU International, Sumarna, menyatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan terhadap loyalitas investor. Langkah ini sekaligus mencerminkan kondisi likuiditas yang kuat serta fundamental keuangan perusahaan yang terjaga dengan baik.

“Struktur permodalan yang kokoh dan efisiensi biaya yang ketat menjadi kunci utama bagi MUTU untuk tetap menghasilkan profitabilitas yang stabil di tengah dinamika pasar,” ujar Sumarna.

Ketangguhan finansial perusahaan terlihat dari realisasi pendapatan usaha konsolidasi sepanjang tahun 2025 yang mencapai Rp 331,48 miliar, tumbuh 7,33% dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp 308,84 miliar. Laba bersih perusahaan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp 24,15 miliar.

Sektor pengujian menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp 134,62 miliar, disusul sektor sertifikasi sebesar Rp 110,28 miliar yang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,96%. Sementara itu, sektor inspeksi menyumbang pendapatan sebesar Rp 86,58 miliar.

Memasuki kuartal I-2026, MUTU mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 68,40 miliar dengan laba berjalan mencapai Rp 4,88 miliar. Meskipun menghadapi tantangan siklus pasar, fundamental bisnis inti perusahaan tetap resilien dengan pertumbuhan pendapatan entitas induk sebesar 3,9% menjadi Rp 51,73 miliar.

Hingga 31 Maret 2026, posisi neraca perusahaan tetap sehat dengan total aset mencapai Rp 331,06 miliar, ekuitas sebesar Rp 237,85 miliar, dan liabilitas yang terkendali di angka Rp 93,21 miliar.

Sumarna menambahkan, manajemen optimistis kinerja perusahaan akan kembali terakselerasi pada kuartal mendatang melalui penyelarasan strategi dengan agenda prioritas pemerintah.

“Kami sangat optimistis karena arsitektur strategi korporasi telah diselaraskan untuk membidik peluang besar dalam program Ketahanan Energi 2026 melalui anak usaha PT Jasa Mutu Mineral Indonesia. Kami juga terus memperkuat posisi sebagai lembaga verifikasi dan validasi independen terdepan dalam ekosistem perdagangan karbon nasional untuk mendukung target Net Zero Emission,” pungkasnya.

Rekomendasi