Hindari Keputusan Emosional Saat Menghadapi Penurunan Harga Saham

Jakarta – Investor ritel kerap terjebak keputusan emosional saat menghadapi volatilitas pasar saham, terutama ketika harga aset mengalami penurunan tajam. Pengalaman tersebut menjadi tantangan nyata bagi banyak pelaku pasar yang cenderung bertindak impulsif tanpa analisis matang.

Alfian Limardi, investor ritel yang telah bergabung dengan BNI Sekuritas sejak 2016, mengungkapkan bahwa dirinya sempat terjebak dalam pola pikir investor jangka panjang yang hanya mengandalkan dividen. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa strategi beli dan simpan (buy and hold) tidak selalu efektif dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

Menurut Alfian, tantangan terbesar bagi investor adalah menahan diri saat harga saham turun drastis. Ia menyebut banyak investor sering kali “gelap mata” dan langsung melakukan pembelian karena menganggap harga sudah murah, sebuah tindakan yang kerap disebut sebagai menangkap pisau jatuh atau membeli saham saat tren penurunan tanpa konfirmasi perbaikan.

Untuk menghindari keputusan yang didorong emosi, Alfian kini aktif mengikuti sesi live trading yang diselenggarakan oleh BNI Sekuritas. Melalui sesi tersebut, ia belajar menentukan level teknikal seperti support dan resistance, serta mendisiplinkan diri dalam menetapkan target profit dan batas cut loss.

Selain edukasi teknis, Alfian memanfaatkan aplikasi BIONS sebagai alat bantu untuk memantau pergerakan harga dan analisis grafik. Meski teknologi mempermudah akses informasi, ia menekankan bahwa keputusan investasi harus tetap didasarkan pada analisis rasional dan manajemen risiko yang ketat.

Pendekatan belajar bersama melalui sesi live trading dinilai efektif membantu investor ritel agar tetap disiplin dan tidak mudah panik. Alfian menuturkan bahwa interaksi dengan sesama investor memberikan semangat sekaligus kontrol diri yang lebih baik dalam mengelola portofolio di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Rekomendasi