Pemesanan ST016 tinggi, mitra distribusi: SBN ritel masih menarik minat investor

Treat Indonesia – JAKARTA. Surat Berharga Negara (SBN) ritel masih menarik minat investor. Ini terbukti dari nilai pemesanan SBN ritel di sejumlah mitra distribusi yang mencatatkan kenaikan pesanan dibanding SBN ritel sebelumnya di 2026. 

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William mengungkapkan lebih dari 50% investor yang memesan ST016 di Bibit adalah perempuan. Sekitar 90% dari investor tersebut berusia di bawah 50 tahun. Jadi ada persebaran yang merata bahwa investor berasal dari generasi Z, milenial, dan generasi boomer. 

William juga mencatat rata-rata transaksi ST016 adalah yang paling tinggi di sepanjang tahun 2026 jika dibandingkan dengan seri SBN lainnya. 

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (5/6): Naik Rp 11. 000 Jadi Rp 2.770.000 Per Gram

“Total penjualan ST016 di aplikasi Bibit ini all-time high. Jadi animo dan kepercayaan masyarakat terhadap SBN sangat tinggi,” ujar William kepada Kontan, Jumat (5/6/2026). 

Chief Operating Officer Bareksa, Ni Putu Kurniasari mengatakan, SBN ritel ST016 ini jauh lebih diminati dibanding seri-seri sebelumnya di tahun ini. Ia mengaku di Bareksa angka penjualan melebihi target. Kenaikan minat ini karena kupon yang ditawarkan ST016 lebih tinggi dari sebelumnya. Juga dengan kenaikan BI rate, ada harapan kenaikan kupon lagi saat masa penyesuaian kupon. 

“Tenor yang (banyak) diminati yang tenor 2 tahun. Sebagian besar investor di usia 21 tahun sampai 40 tahun,” ungkap Ni Putu.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, secara umum, minat masyarakat untuk berinvestasi pada Sukuk Tabungan seri ST016 cukup tinggi.

Kemenkeu mencatat, pemesanan ST016 telah mencapai Rp 22,62 triliun yang berasal dari 81.667 investor melalui dukungan 32 mitra distribusi.

Data pemesanan tersebut masih akan melalui proses rekonsiliasi sebelum penetapan hasil penjualan pada hari Senin, 8 Juni 2026. Capaian tersebut merupakan pemesanan tertinggi untuk SBN ritel yang telah ditawarkan sepanjang tahun 2026. 

Bursa Asia Anjlok di Pagi Ini (5/6): Indeks Kospi Pimpin Penurunan

“Tingginya pemesanan tersebut menunjukkan bahwa SBN ritel, khususnya instrumen syariah, tetap mendapat kepercayaan yang kuat dari masyarakat di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik,” tutur Deni.

Seperti diketahui, masa penawaran ST016 berlangsung pada 8 Mei sampai 3 Juni 2026. ST016 tenor 2 tahun memiliki kupon 6,05% dan ST016 tenor 4 tahun memiliki kupon 6,25%. Jeni imbalan SBN ritel ini mengambang dengan imbalan minimal (floating with floor) dengan tingkat imbalan acuan BI Rate. 

Rekomendasi