

Jakarta – Pemerintah menargetkan penurunan biaya logistik nasional hingga mencapai 12,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2029. Upaya ini dilakukan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, langkah ini sangat krusial bagi Indonesia sebagai negara kepulauan.
“Tujuan kami sederhana, bagaimana biaya logistik semakin efisien, konektivitas antardaerah semakin kuat, investasi dan lapangan kerja semakin tumbuh, serta distribusi barang dan layanan publik dapat menjangkau masyarakat dengan lebih baik,” ujar AHY di Jakarta, Senin (8/6).
AHY menegaskan bahwa bagi Indonesia yang memiliki 17.380 pulau dengan populasi 280 juta jiwa, transportasi bukan sekadar sarana mobilitas, melainkan urat nadi yang mempersatukan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan konektivitas nasional tidak bisa hanya mengandalkan jaringan jalan tol.
Menurutnya, pendekatan pembangunan infrastruktur di Tanah Air harus berbeda dengan negara kontinental. Strategi yang dibutuhkan adalah konektivitas yang komprehensif, mencakup penguatan transportasi laut dan udara secara terintegrasi.
“Penguatan konektivitas antarpulau menjadi kunci untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus menekan biaya logistik nasional. Tanpa sistem yang terintegrasi, distribusi barang dan jasa akan tetap mahal dan menghambat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah,” jelasnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah juga mendorong kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, transfer pengetahuan dan teknologi, serta penguatan kapasitas industri transportasi nasional. AHY menyebut, di tengah tantangan ekonomi global, Indonesia perlu membuka ruang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya siapa mitra kerja samanya, melainkan bagaimana setiap kerja sama dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia,” pungkas AHY.