

Dallas – Harapan besar menyelimuti kamp pelatihan Timnas Mesir menjelang laga krusial babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Australia.
Bintang utama sekaligus kapten tim, Mohamed Salah, telah dinyatakan pulih dari cedera hamstring yang sempat mengancam partisipasinya di fase gugur.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, menjelang pertandingan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Dallas, pada [Jumat, 3/7/2026] waktu setempat atau [Sabtu, 4/7/2026] dini hari WIB.
Meski sudah bergabung dalam sesi latihan sejak Rabu, status Salah sebagai starter belum diputuskan secara definitif oleh tim pelatih.
Cedera tersebut dialami Salah saat ia harus ditarik keluar pada menit ke-57 dalam laga penyisihan grup melawan Iran yang berakhir imbang 1-1.
Mantan pemain Liverpool itu merasakan ketidaknyamanan pada otot paha belakangnya, yang kemudian memaksa tim medis melakukan tindakan rehabilitasi intensif secara cepat.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif setelah Salah terlihat menjalani latihan normal tanpa kendala selama sesi terbuka untuk media pada [Kamis, 2/7/2026].
Hossam Hassan memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras departemen medis tim yang berhasil mempercepat proses pemulihan sang pemain.
“Departemen medis kami bekerja dengan sangat baik. Kami mulai mengembalikannya secara bertahap ke latihan tim sejak kemarin,” ujar Hassan seperti dikutip dari ESPN.
Hassan menambahkan bahwa keinginan Salah untuk membela negaranya di panggung dunia sangatlah besar.
“Salah pemain yang sangat bersemangat. Ia ingin memberikan kontribusi bersama rekan-rekan setimnya besok,” ucapnya.
Namun, sang pelatih menegaskan bahwa ia tidak akan memaksakan kondisi pemain jika belum mencapai kebugaran sempurna.
“Tentu saja saya tidak akan mengambil risiko jika belum yakin 100 persen bahwa dia benar-benar fit dan siap bermain. Kami berharap dia bisa tampil, tetapi belum dipastikan apakah akan menjadi starter,” jelas Hassan.
Kehadiran Salah tentu menjadi suntikan moral yang sangat berarti bagi skuad The Pharaohs.
Timnas Mesir saat ini sedang berjuang keras untuk mencatatkan kemenangan pertama mereka di babak gugur sepanjang sejarah Piala Dunia.
Sebelumnya, Mesir sempat mencetak sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Piala Dunia setelah menumbangkan Selandia Baru dengan skor 3-1, di mana Salah turut mencatatkan namanya di papan skor.
Di balik kabar gembira tersebut, Mesir harus menghadapi tantangan absennya beberapa pilar penting.
Bek kiri Ahmed Fatouh dipastikan absen karena cedera hamstring yang sama, sementara gelandang Mohanad Lasheen harus menepi akibat akumulasi kartu kuning.
Lini depan Mesir diperkirakan akan kembali mengandalkan Omar Marmoush, meskipun performanya masih menjadi sorotan setelah sempat dicadangkan melawan Iran.
Pertandingan ini juga menuntut taktik cerdas dari Hossam Hassan untuk meredam keunggulan fisik para pemain Australia.
Lini pertahanan Australia dikenal sangat tangguh dengan kehadiran pemain-pemain berpostur jangkung seperti Harry Souttar dan Alessandro Circati yang memiliki tinggi di atas 190 sentimeter.
Menanggapi keunggulan fisik lawan yang terbukti efektif menjaga gawang Australia tetap bersih dari gol selama fase grup, Hassan tetap bersikap tenang.
“Kami akan baik-baik saja,” kata Hassan dengan nada optimistis.
“Kami tidak bermain rugby di sini, kami bermain sepak bola,” tambahnya menutup sesi konferensi pers dengan penuh percaya diri.