Delapan Pelatih Mundur Usai Gagal Bawa Tim ke Piala Dunia

8bb902ee381ca63c73cfb5dc49ff09b3.jpg

Monterrey – Gelombang pengunduran diri pelatih menyelimuti perhelatan Piala Dunia 2026 setelah sejumlah tim gagal mencapai target prestasi yang diharapkan.

Hingga Rabu, 1 Juli 2026, tercatat sebanyak delapan pelatih nasional memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas performa buruk skuad asuhan mereka.

Ronald Koeman menjadi nama besar terbaru yang meninggalkan kursi pelatih tim nasional Belanda.

Keputusan tersebut diambil Koeman tepat setelah Belanda tersingkir di babak 32 besar turnamen.

Langkah ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu, 1 Juli 2026.

Belanda harus angkat koper setelah kalah dramatis dalam drama adu penalti melawan Maroko.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit dalam laga yang berlangsung di Estadio BBVA, Monterrey.

Belanda sempat unggul terlebih dahulu sebelum akhirnya Maroko menyamakan kedudukan melalui gol Issa Diop di masa injury time.

Pada babak adu penalti, tiga eksekutor Belanda gagal menjalankan tugasnya, sehingga Maroko memastikan kemenangan dengan skor 3-2.

Sebelumnya, Hong Myung-bo resmi mundur sebagai pelatih kepala tim nasional Korea Selatan pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pendukung sepak bola Korea Selatan setelah timnya gagal lolos ke babak 32 besar.

Di kubu Skotlandia, Asosiasi Sepak Bola setempat mengumumkan pengunduran diri Steve Clarke pada Sabtu malam, 24 Juni 2026.

Clarke memilih mundur setelah Skotlandia tersingkir di fase grup yang dihuni oleh Brasil, Maroko, dan Haiti.

Ia mengaku bahwa keputusan tersebut memang sudah direncanakan jika hasil akhir di Piala Dunia tidak sesuai dengan target yang ditetapkan.

Kegagalan serupa juga dialami Uruguay di bawah asuhan Marcelo Bielsa yang tidak mampu menembus fase grup.

Bielsa memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya seiring dengan berakhirnya kontrak setelah turnamen tersebut.

Sementara itu, Sabri Lamouchi tercatat sebagai pelatih pertama yang diberhentikan selama gelaran Piala Dunia 2026.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai pelatih Tunisia setelah kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga perdana Grup F.

Dari sisi manajemen, Yasser Al-Misehal memilih mundur dari posisi Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi pada 29 Juni 2026.

Ia menyatakan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim nasional Arab Saudi melaju ke babak 32 besar.

Sebastián Beccacece turut meninggalkan kursi pelatih Ekuador setelah kalah 0-2 dari Meksiko di babak 32 besar.

Ia mengungkapkan kesedihannya karena gagal mewujudkan target prestasi tertinggi bagi Ekuador di turnamen ini.

Terakhir, Miroslav Koubek mundur setelah Republik Ceko tersingkir di fase grup dengan menempati dasar klasemen Grup A.

Koubek, yang berusia 74 tahun, sebenarnya telah berjasa membawa Ceko lolos ke putaran final setelah absen selama 20 tahun.

Rekomendasi