

Fangfang mengumumkan kelahiran anaknya pada 14 Juli 2026. Namun, perhatian publik justru tertuju pada absennya Vicky Prasetyo saat proses persalinan serta kabar bahwa biaya rumah sakit ditanggung BPJS.
Unggahan Fangfang di media sosial langsung menuai beragam komentar warganet. Banyak yang mempertanyakan kehadiran Vicky Prasetyo dalam proses kelahiran sekaligus menyoroti pernyataan soal pembiayaan rumah sakit.
Dalam unggahannya, Fangfang menyampaikan bahwa ia telah melahirkan bayi laki-laki bernama Nathanael Benett Ryu.
“Congratulations to Fang-Fang @gbrl_fang03 ? Telah lahir pada tanggal 14 Juli 2026 jam 07.23 pagi, seorang bayi laki-laki bernama Nathanael Benett Ryu dengan berat badan 3,4 kg dan tinggi badan 49 cm ? Semua biaya rumah sakit sudah ditanggung oleh BPJS ??? #speakupforjustice #praktisihukum #praktisihukumindonesia #paralegal,” tulis keterangan yang dikutip dari Instagram @gbrl_fang03 pada Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam unggahan itu, tidak terlihat kehadiran Vicky Prasetyo yang mendampingi Fangfang maupun bayi yang baru lahir. Kondisi ini semakin memicu spekulasi publik, terlebih hubungan keduanya sebelumnya memang menjadi sorotan setelah Fangfang mengaku ditelantarkan saat hamil.
Sebelum melahirkan, Fangfang sempat membuat pengakuan mengejutkan. Ia menyebut mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup ketika usia kandungannya memasuki sembilan bulan.
Menurut pengakuannya, komunikasi dengan Vicky Prasetyo semakin sulit menjelang persalinan. Ia bahkan mengaku harus berkali-kali meminta nafkah untuk kebutuhan sehari-hari.
Kuasa hukum Fangfang, Vino, mengatakan kliennya mengalami tekanan ekonomi selama masa kehamilan.
“Dia merasa dinikahi secara siri, lalu setelah hamil diterlantarkan. Untuk makan saja dia susah. Klien saya ini selalu menghubungi VP untuk meminta nafkah, mulai dari biaya makan hingga persalinan, tapi sangat sulit dihubungi,” kata Vino.
Fangfang juga menceritakan kondisinya selama hamil. Ia mengaku tinggal di kamar kos bersama dua anak dari pernikahan sebelumnya.
“Hanya untuk minta uang Rp500 ribu buat makan saja saya harus minta. Saya harus mengemis nafkah,” curhat Fangfang.