

Jakarta – Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya dilakukan dengan menghadirkan perangkat pembelajaran modern. Pemerintah juga memastikan sekolah-sekolah di daerah terpencil memiliki akses terhadap infrastruktur dasar, seperti internet dan pasokan listrik, agar teknologi dapat dimanfaatkan optimal dalam proses belajar mengajar.
Langkah itu menjadi bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah. Selain memperbaiki kondisi fisik sekolah, program ini juga diarahkan untuk mempercepat digitalisasi pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Melalui program tersebut, pemerintah menyalurkan perangkat pendukung pembelajaran digital, seperti Interactive Flat Panel (IFP) dan laptop. Guru juga mendapatkan pelatihan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari kegiatan belajar di kelas.
Salah satu tantangan utama di sekolah daerah terpencil adalah belum meratanya akses internet dan listrik. Untuk mengatasi kendala itu, pemerintah menyediakan jaringan internet bagi sekolah yang belum terhubung, sementara sekolah yang belum menikmati aliran listrik dibantu melalui penyediaan panel tenaga surya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan digitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pendukung tersedia agar teknologi benar-benar dimanfaatkan guru dan peserta didik.
“Gurunya kami latih, sekolah yang belum memiliki internet kami bantu internetnya, yang belum memiliki listrik kami bantu dengan panel tenaga surya. Jadi semuanya sudah dipersiapkan agar benar-benar dimanfaatkan untuk pembelajaran,” ujarnya, dikutip Jumat 17 Juli 2026.
Menurut pemerintah, berbagai langkah tersebut telah menunjukkan hasil positif berdasarkan pemantauan di sejumlah daerah, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Nias Utara. Pemanfaatan teknologi pembelajaran disebut mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kualitas proses belajar mengajar di kelas.
Program revitalisasi juga tetap menempatkan sekolah di wilayah terdampak bencana, kawasan 3T, dan sekolah dengan tingkat kerusakan berat sebagai prioritas. Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur fisik dan digitalisasi, pemerintah berharap kualitas pendidikan dapat meningkat lebih merata di berbagai daerah.
Selain penyediaan sarana, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru agar mampu mengikuti perkembangan teknologi. Dengan demikian, perangkat digital yang tersedia di sekolah tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap, tetapi dapat dimanfaatkan maksimal untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan efektif.