

Jakarta – Mantan kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney, secara tegas menyarankan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk tetap mempertahankan Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala timnas Inggris.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kegagalan The Three Lions menembus babak final Piala Dunia 2026 setelah takluk 1-2 dari Argentina di babak semifinal.
Kekalahan tersebut memicu gelombang kritik tajam yang diarahkan kepada Tuchel, terutama terkait keputusan taktis dan pergantian pemain yang dianggap kurang efektif saat melawan Argentina.
Meskipun menuai kritik, FA sejauh ini tetap memberikan dukungan penuh kepada pelatih berusia 52 tahun tersebut untuk terus menukangi tim.
Tuchel sendiri telah menyatakan komitmennya untuk melanjutkan tugas kepelatihan hingga turnamen Euro 2028 mendatang.
Rooney memandang bahwa memecat Tuchel saat ini bukanlah langkah yang strategis bagi masa depan sepak bola Inggris.
Ia berargumen bahwa belum ada sosok pelatih lain di pasaran yang memiliki kapasitas lebih baik untuk menangani timnas Inggris saat ini.
Namun, Rooney memberikan satu pengecualian khusus bagi FA apabila mereka ingin melakukan pergantian nakhoda.
Satu-satunya nama yang dianggap Rooney layak menggantikan posisi Tuchel adalah mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola.
“Saya tidak melihat ada sosok lain saat ini, kecuali jika Anda bisa mendapatkan Pep Guardiola. Jika Pep tersedia, mungkin Anda harus merekrutnya,” ujar Rooney dalam acara The Wayne Rooney Show, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Rooney, Tuchel merupakan pelatih berkelas dunia yang masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memperbaiki diri.
Ia meyakini bahwa pengalaman pahit di Piala Dunia 2026 akan menjadi pelajaran berharga bagi mantan pelatih Chelsea dan Bayern Munchen tersebut.
Rooney menekankan bahwa pelatih-pelatih terbaik dunia biasanya tumbuh dan belajar dari kesalahan masa lalu untuk menjadi lebih kuat.
Ia mempertanyakan siapa kandidat pengganti yang lebih berkualitas jika FA memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Tuchel secara dini.
“Pelatih-pelatih terbaik belajar dari kesalahan, lalu berkembang menjadi lebih baik. Jika kami memecatnya, siapa yang akan datang? Menurut saya, tidak ada yang lebih baik daripada Thomas Tuchel, kecuali Guardiola,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rooney menyoroti faktor pengalaman sebagai elemen krusial dalam mengarungi turnamen besar seperti Piala Dunia.
Ia membandingkan situasi Tuchel dengan mantan pelatih timnas Inggris, Fabio Capello, yang juga menghadapi tantangan serupa di masa lalu.
“Hal terbesar bagi saya adalah dia belum berpengalaman di Piala Dunia. Kami pernah mengalami situasi yang sama dengan Fabio Capello. Piala Dunia berbeda. Anda harus merasakan atmosfer itu, dan sekarang dia sudah mengalaminya,” jelas Rooney.
Di sisi lain, Rooney juga memberikan catatan kritis terkait kebijakan FA dalam perekrutan Tuchel.
Ia merasa ada kejanggalan mengenai durasi kontrak yang diberikan kepada pelatih asal Jerman tersebut.
Tuchel sebelumnya menandatangani perpanjangan kontrak selama dua tahun pada Februari 2026, tak lama sebelum turnamen dimulai.
Ia awalnya didatangkan oleh FA pada Januari 2025 dengan kontrak awal selama 18 bulan.
Target utama yang dibebankan kepada Tuchel saat itu adalah membawa Inggris menjuarai Piala Dunia.
“FA mengatakan kepada kami bahwa Thomas Tuchel datang untuk memenangi Piala Dunia dan membawa Inggris ke level berikutnya. Agak aneh jika prioritasnya adalah menjuarai Piala Dunia, tetapi kemudian dia mendapat kontrak dua tahun sebelum turnamen itu dimulai,” pungkasnya.