

Jakarta – Gelandang tim nasional Inggris, Jude Bellingham, akhirnya buka suara untuk meredam spekulasi mengenai dugaan perselisihan dirinya dengan kapten Argentina, Lionel Messi.
Isu ketegangan antara kedua bintang sepak bola dunia tersebut mencuat ke permukaan setelah laga sengit semifinal Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Banyak pihak berspekulasi bahwa Bellingham dan Messi terlibat adu mulut yang panas di tengah lapangan saat pertandingan berlangsung.
Namun, pemain yang merumput bersama Real Madrid tersebut dengan tegas membantah adanya konflik pribadi di antara mereka.
Bellingham menjelaskan bahwa interaksi yang terjadi di lapangan hanyalah percakapan biasa terkait insiden pelanggaran.
“Kami sebenarnya sedang membahas sebuah pelanggaran. Tidak ada masalah apa pun,” ujar Bellingham sebagaimana dikutip dari ESPN.
Ia memaparkan bahwa komunikasi tersebut bermula ketika dirinya merasa ada pelanggaran yang tidak diputuskan oleh wasit.
Messi kemudian merespons dengan menyinggung insiden pelanggaran yang dialaminya sendiri dalam pertandingan tersebut.
“Saya merasa ada pelanggaran sebelumnya, lalu dia berkata, ‘Bagaimana dengan pelanggaran terhadap saya?’ Saya menjawab, ‘Kamu cukup kuat untuk mengatasinya.’ Kurang lebih seperti itu,” jelas Bellingham.
Bellingham juga menepis narasi publik yang menyebut hubungan keduanya memanas akibat tensi pertandingan yang tinggi.
Menurutnya, ekspresi serius dan intens di atas lapangan adalah hal yang lumrah dalam sebuah laga prestisius seperti semifinal Piala Dunia.
“Saya yakin semua orang akan membuatnya seolah-olah menjadi sesuatu yang besar, padahal tidak seperti itu,” tegasnya.
Meski harus menelan kekecewaan mendalam akibat kegagalan Inggris melaju ke babak final, Bellingham tetap menunjukkan respek tinggi kepada sang megabintang Argentina.
“Merupakan sebuah kehormatan bisa bermain melawan dia. Sama sekali tidak ada masalah dengan Messi,” ungkapnya.
Bellingham menambahkan bahwa kekalahan Inggris dalam laga tersebut memang memberikan rasa sakit, namun ia tetap menghargai kesempatan berhadapan dengan pemain terbaik dunia.
“Memang kami kalah dan itu sangat menyakitkan, tetapi bisa berhadapan dengan salah satu pemain terbaik sepanjang masa adalah sebuah privilese,” tuturnya.
Pertandingan semifinal tersebut sendiri berlangsung sangat dramatis bagi kedua tim.
Inggris sempat memberikan tekanan awal dan memimpin pertandingan melalui gol yang dicetak oleh Anthony Gordon.
Namun, Argentina menunjukkan mentalitas juara dengan melakukan kebangkitan pada babak kedua.
Dua gol dari Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez sukses membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk kemenangan Argentina.
Hasil tersebut memastikan Argentina melenggang ke partai final Piala Dunia 2026, sementara Inggris harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen ini.
Klarifikasi dari Bellingham ini diharapkan dapat mengakhiri spekulasi liar yang sempat berkembang di kalangan penggemar dan media terkait hubungan kedua pemain tersebut.