Malago Sebut Kontrak Fonbet Jadi Penghambat Pirlo Latih Italia

Presiden FIGC, Giovanni Malago, menjelaskan alasan Andrea Pirlo gagal melatih timnas Italia.

Roma – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara resmi mengonfirmasi alasan di balik kegagalan Andrea Pirlo mengisi posisi pelatih kepala tim nasional Italia.

Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengungkapkan bahwa pembatalan tersebut dipicu oleh temuan mengenai keterikatan kontrak antara Pirlo dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet.

Situasi ini menjadi kendala etika yang tidak dapat ditoleransi oleh pihak federasi.

Sebelumnya, FIGC telah memberikan lampu hijau untuk menunjuk Pirlo sebagai suksesor pelatih timnas.

Penunjukan tersebut awalnya mendapat dukungan penuh dari Direktur Teknik Club Italia, Paolo Maldini, serta penasihat khusus, Leonardo.

Namun, skenario berubah drastis ketika FIGC mendapati bahwa Pirlo masih tercatat sebagai duta global untuk Fonbet.

Perusahaan taruhan tersebut merupakan entitas yang dilarang untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang berafiliasi dengan federasi sepak bola nasional.

Malago mengakui bahwa pihak federasi tidak memiliki informasi mengenai kolaborasi tersebut sejak Juli 2025.

Ia menegaskan bahwa ketidaktahuan ini juga dialami oleh jajaran direktur teknik yang terlibat dalam proses seleksi.

“Saya sama sekali tidak menyadari kolaborasi itu sejak Juli 2025 dan tampaknya direktur teknik juga tidak mengetahuinya,” ungkap Malago.

Kondisi ini memaksa FIGC untuk meninjau kembali keputusan mereka secara mendalam.

Malago menegaskan bahwa pembatalan penunjukan Pirlo murni didasarkan pada pertimbangan etika dan ketepatan waktu.

Ia menepis spekulasi yang menyebutkan adanya konflik internal di dalam tubuh federasi terkait keputusan tersebut.

“Tidak ada kemarahan atau kontroversi. Hanya ada kekecewaan. Kami menghadapi situasi yang benar-benar unik bahkan sebelum memulai,” tambahnya.

Proses seleksi diklaim telah berjalan secara transparan dan disepakati oleh semua pihak, termasuk Maldini dan Leonardo.

Namun, kegagalan penunjukan ini membawa dampak signifikan terhadap struktur manajemen di FIGC.

Paolo Maldini dan Leonardo memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi mereka di Club Italia.

Keputusan mundur tersebut diambil hanya berselang empat hari setelah mereka mempresentasikan proyek masa depan timnas kepada Lega Serie A.

Meskipun harus berpisah, Malago menyatakan tetap menaruh rasa hormat yang tinggi kepada dua legenda AC Milan tersebut.

Ia memuji integritas serta kejujuran yang ditunjukkan oleh Maldini dan Leonardo selama proses kerja sama berlangsung.

“Jika saya bisa kembali ke masa lalu, saya hanya bisa berterima kasih kepada Maldini dan Leonardo,” ujar Malago.

“Mereka adalah pria terhormat dan sangat jujur dalam pandangan mereka,” lanjutnya.

Sebagai langkah respons cepat, FIGC akhirnya menunjuk Roberto Mancini untuk mengisi posisi pelatih kepala timnas Italia.

Sementara itu, posisi yang ditinggalkan oleh Paolo Maldini diisi oleh Claudio Ranieri untuk memastikan stabilitas manajerial tetap terjaga.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi FIGC dalam memperketat regulasi kepatuhan etika bagi setiap calon staf pelatih tim nasional di masa depan.

Kejadian ini juga menegaskan bahwa transparansi rekam jejak profesional menjadi syarat mutlak dalam pemilihan tokoh untuk posisi krusial di dunia sepak bola internasional.

Rekomendasi