Zinedine Zidane Berpotensi Copot Ban Kapten Kylian Mbappe di Prancis

Zinedine Zidane memutuskan untuk tetap mempertahankan Kylian Mbappe sebagai kapten Timnas Prancis.

PARIS – Era baru Timnas Prancis di bawah komando Zinedine Zidane dipastikan tetap akan mengandalkan Kylian Mbappe sebagai kapten tim utama.

Penunjukan Zidane sebagai pelatih kepala sempat memicu spekulasi luas mengenai perombakan struktur kepemimpinan di dalam skuad Les Bleus.

Banyak pengamat sepak bola memprediksi bahwa pergantian kursi kepelatihan akan diikuti dengan penunjukan sosok baru untuk memimpin rekan-rekannya di lapangan.

Namun, Zidane secara tegas memilih untuk mempertahankan Mbappe sebagai kapten guna mengawal transisi kepemimpinannya.

Keputusan ini sekaligus meredam berbagai rumor miring yang sempat berkembang pesat sebelum perhelatan Piala Dunia 2026 dimulai.

Sebelumnya, Mbappe sempat diterpa isu negatif terkait dinamika ruang ganti yang dikabarkan kurang harmonis.

Striker Real Madrid tersebut juga sempat disebut-sebut memiliki pengaruh yang dianggap terlalu dominan di dalam skuad.

Zidane memilih untuk mengabaikan spekulasi tersebut dan lebih memprioritaskan stabilitas tim melalui kepemimpinan Mbappe.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan penuh sang pelatih terhadap kapabilitas sang pemain dalam mengayomi rekan setimnya.

Kepercayaan Zidane bukan tanpa alasan, mengingat kontribusi luar biasa Mbappe sepanjang Piala Dunia 2026.

Pemain berusia 27 tahun tersebut tampil gemilang dengan mencatatkan total 10 gol sepanjang turnamen berlangsung.

Catatan impresif tersebut membuat Mbappe kini mengukuhkan posisinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Dengan total 22 gol, Mbappe berhasil melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Lionel Messi dengan 21 gol.

Pencapaian rekor ini menjadi bukti nyata bahwa Mbappe masih menjadi figur paling vital bagi kekuatan Timnas Prancis saat ini.

Mempertahankan Mbappe sebagai kapten menunjukkan bahwa Zidane lebih mengutamakan kesinambungan performa ketimbang melakukan perombakan drastis.

Strategi ini diharapkan dapat menjaga fokus tim dalam menghadapi agenda-agenda internasional di masa depan.

Stabilitas di level kepemimpinan dianggap menjadi kunci penting untuk membangun kepercayaan diri pemain di bawah filosofi permainan baru yang diusung Zidane.

Zidane sendiri dikabarkan rela menolak berbagai tawaran melatih klub-klub besar Eropa demi fokus menukangi Timnas Prancis.

Dukungan penuh terhadap Mbappe menjadi sinyal bahwa pelatih legendaris tersebut memiliki visi jangka panjang untuk memaksimalkan potensi skuad yang ada.

Publik kini menantikan bagaimana kolaborasi antara taktik Zidane dan kepemimpinan Mbappe akan membawa dampak bagi prestasi Les Bleus di kompetisi mendatang.

Meskipun sempat ada perpisahan emosional dengan pelatih sebelumnya, Didier Deschamps, tim kini telah menatap lembaran baru dengan penuh keyakinan.

Keputusan untuk tidak merombak kapten menjadi bukti bahwa transisi kepelatihan di Prancis berjalan dengan perhitungan yang matang dan terukur.

Rekomendasi