Analis Rekomendasikan Saham ADRO dan MIKA Pasca Aksi Buyback

Jakarta – Puluhan emiten di Bursa Efek Indonesia bersiap melakukan aksi pembelian kembali saham atau buyback di tengah kondisi pasar modal yang sedang tertekan. Meski dianggap sebagai sentimen positif, para analis menilai dampaknya terhadap penguatan harga saham cenderung terbatas, sehingga investor diimbau untuk lebih selektif dalam menyusun portofolio.

Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, mengungkapkan bahwa secara teori, aksi buyback maupun pemecahan nilai saham (stock split) merupakan sentimen positif. Namun, di tengah pasar yang masih fluktuatif, efektivitasnya sangat bergantung pada fundamental masing-masing perusahaan.

Buyback umumnya lebih kuat menopang harga saham karena memberi sinyal valuasi murah sekaligus mengurangi jumlah saham beredar. Sementara stock split lebih bertujuan meningkatkan likuiditas dan keterjangkauan harga saham bagi investor,” ujar Sukarno.

Berdasarkan data keterbukaan informasi periode 1 Maret hingga 18 Mei 2026, setidaknya terdapat 28 emiten yang mengumumkan aksi buyback. Beberapa nama besar yang melakukan aksi ini antara lain PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dengan anggaran maksimum Rp4 triliun dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) sebesar Rp1 triliun.

Selain itu, terdapat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan rencana buyback maksimal Rp1,17 triliun dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dengan nilai mencapai Rp3,50 triliun.

Sukarno menilai ADRO dan MIKA menjadi saham yang menarik untuk dicermati. ADRO didukung oleh kinerja kuartal I/2026 yang solid dengan laba bersih melesat 67,07 persen secara tahunan (YoY) menjadi US$128,14 juta. Sementara MIKA memiliki fundamental defensif dengan laba bersih yang tumbuh menjadi Rp325,80 miliar pada periode yang sama.

Selain aksi buyback, sejumlah emiten juga mulai melakukan stock split guna meningkatkan keterjangkauan harga saham di pasar. Sepanjang tahun berjalan hingga 18 Mei 2026, terdapat tiga emiten yang mengumumkan rencana tersebut, yakni PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) dengan rasio 1:5, PT Itsec Asia Tbk. (CYBR) 1:2, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dengan rasio 1:25.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi adalah tanggung jawab masing-masing pihak.

Rekomendasi