

Jakarta – Gelombang kenaikan harga pada lini produk Apple diproyeksikan belum berakhir. Setelah menaikkan harga Mac dan iPad pada Juni 2025, perusahaan asal Cupertino itu disebut akan memberlakukan lonjakan harga signifikan pada iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dijadwalkan meluncur pada September 2026.
Laporan pada Juli 2026 sempat menyebut kemungkinan kenaikan harga hingga 10 persen. Namun, prediksi terbaru dari analis teknologi Jeff Pu menyebut kenaikannya bisa lebih besar.
Melalui unggahannya di platform X, Jeff memperkirakan calon pembeli iPhone 18 Pro harus membayar USD 250 hingga USD 300 lebih mahal dibanding harga rilis iPhone 17 Pro.
Dengan asumsi kurs Rp 18.029 per USD 1, kenaikan itu setara Rp 4,5 juta hingga Rp 5,4 juta.
Jika proyeksi Jeff terbukti akurat, varian dasar iPhone 18 Pro diprediksi dibanderol mulai USD 1.399 atau sekitar Rp 25,22 juta.
Sementara itu, iPhone 18 Pro Max diperkirakan memiliki harga awal USD 1.499 atau sekitar Rp 27,02 juta.
Kenaikan harga yang terbilang drastis ini dinilai bukan semata untuk mendongkrak margin keuntungan Apple. Menurut Jeff, pendorong utamanya adalah membengkaknya biaya pasokan komponen inti, terutama RAM dan memori penyimpanan NAND flash.
Selain itu, penggunaan chipset A20-series berbasis proses fabrikasi 2 nanometer (2nm) dari TSMC juga menjadi faktor penting yang menaikkan biaya manufaktur.
Meski lini iPhone tetap menjadi kontributor utama pendapatan Apple, Jeff memperingatkan kenaikan harga ini berpotensi menekan volume permintaan konsumen saat produk diluncurkan nanti.
Kendati rekam jejak prediksi Jeff tidak selalu tepat, tren kenaikan harga dinilai sulit dihindari. Analis Counterpoint Research juga menyuarakan kekhawatiran serupa dengan memproyeksikan harga iPhone 18 Pro Max naik rata-rata USD 200 atau sekitar Rp 3,6 juta.
Sinyal penyesuaian harga ini sejalan dengan pola yang diterapkan Apple pada lini produk lain. Sebagai gambaran, harga iPad Pro 11 inci sebelumnya naik dari USD 999 atau Rp 18 jutaan menjadi USD 1.099 atau Rp 19,8 jutaan, naik USD 100 atau Rp 1,8 jutaan.
Sementara itu, iPad Pro 13 inci melonjak USD 200 menjadi USD 1.499 atau Rp 27 jutaan, setara kenaikan 15 persen.
Jika iPhone 18 Pro Max benar-benar naik USD 300, artinya ada lonjakan harga hingga 25 persen, tergantung kapasitas penyimpanan yang dipilih.
Di tengah bayang-bayang kenaikan tersebut, masih ada titik terang. Laporan terbaru menyebut Apple terus bernegosiasi keras dengan para produsen panel layar untuk menekan harga pasokan.
Langkah strategis itu diambil untuk mengimbangi tingginya biaya RAM dan memori storage, sehingga kenaikan harga akhir di tangan konsumen tidak terlalu ekstrem.