Bitcoin Terancam Koreksi, Harga Tertahan di Level US$88.000

Padang – Harga Bitcoin (BTC) terancam mencetak sejarah kelam dengan membentuk *candle* tahunan merah pertama pasca-halving, di tengah pergerakan harga yang masih tertahan di kisaran US$88.000 menjelang penutupan tahun 2025.

Data dari TradingView menunjukkan pergerakan harga BTC relatif stabil dalam dua hari terakhir dengan volatilitas yang sangat terbatas.

Pada hari Jumat lalu, pergerakan harga sempat diwarnai aksi *fakeout* seiring perburuan likuiditas yang terjadi bersamaan dengan jatuh tempo opsi Bitcoin senilai US$24 miliar, yang dinilai menekan ruang gerak harga.

Namun, sejumlah analis masih melihat peluang pemulihan harga sebelum akhir tahun. Salah satunya didukung oleh sinyal *bullish divergence* pada indikator *Relative Strength Index* (RSI) di grafik tiga hari.

“Bitcoin mengunci *bullish divergence* tiga hari tepat di atas area *support* kunci. Dua titik *bottom* sebelumnya juga terbentuk dengan pola serupa. Apakah sejarah akan terulang?” tulis trader Jelle di platform X.

Optimisme juga datang dari faktor musiman. Trader BitBull menilai awal Januari berpotensi menjadi katalis reli harga, seiring institusi mulai mengalokasikan dana ke aset yang sebelumnya berkinerja kurang optimal.

“Ini bisa memicu *breakout* dari garis tren dan mendorong harga menuju US$100.000,” ujarnya.

Sementara itu, analis Aksel Kibar menilai fase konsolidasi saat ini wajar mengingat lonjakan tajam yang terjadi pada kuartal III.

“Volatilitas bersifat siklikal. Setelah fase volatilitas tinggi, biasanya diikuti periode volatilitas rendah hingga muncul pola teknikal yang jelas,” kata Kibar.

Namun, tantangan utama Bitcoin saat ini terletak pada performa tahunan. Hingga mendekati penutupan tahun, BTC tercatat turun sekitar 6,1% secara *year-to-date* (YTD).

Kondisi ini membuka peluang terbentuknya *candle* tahunan merah pertama setelah peristiwa *halving*, yang berpotensi menggoyahkan teori siklus empat tahunan Bitcoin.

Keith Alan, *co-founder* Material Indicators, menekankan pentingnya harga penutupan tahunan dibandingkan sekadar pergerakan intraday.

“Wick di atas atau di bawah level kunci adalah hal wajar. Yang paling penting adalah harga penutupan,” tulisnya.

Ia menambahkan bahwa level pembukaan tahunan di sekitar US$93.500 masih berpeluang diuji kembali sebelum akhir tahun.

Jika Bitcoin gagal menembus level tersebut, maka penutupan tahun 2025 berpotensi menjadi catatan penting yang menantang narasi klasik siklus empat tahunan di pasar kripto.

Mengutip data Coinmarketcap pukul 21.50 WIB, harga Bitcoin berada di level US$87.934, naik 0,52% dalam 24 jam terakhir atau turun 0,02% dalam sepekan.

Rekomendasi