

TREAT – Beberapa tahun terakhir, coffee shop menjamur di berbagai kota Indonesia. Dari pusat hingga pinggiran, kafe hadir dengan berbagai konsep. Tidak hanya brand global, kafe independen dengan desain estetik pun mendapat tempat di hati anak muda.
Ngopi kini berubah makna. Ia bukan sekadar aktivitas minum kopi, melainkan bagian gaya hidup modern sekaligus simbol identitas sosial.

Dulu, kopi akrab dengan rumah atau warung sederhana. Kini, generasi muda memilih coffee shop sebagai ruang nongkrong, bekerja, atau membangun jaringan. Kopi memang jadi daya tarik, tetapi suasana jauh lebih menentukan.
Interior estetik, musik santai, hingga Wi-Fi gratis membuat kafe cocok sebagai tempat multitasking. Banyak anak muda menggunakannya untuk bekerja dengan laptop, belajar kelompok, atau mengabadikan momen untuk media sosial.
Kopi pun bertransformasi menjadi simbol produktivitas, kreativitas, dan gaya hidup perkotaan.
Sosiolog Ray Oldenburg memperkenalkan konsep ruang ketiga, yakni ruang di luar rumah dan tempat kerja yang mendukung interaksi sosial. Coffee shop menghadirkan fungsi tersebut.
Di sana, anak muda merasa lebih santai, bebas berekspresi, sekaligus terhubung dengan komunitas. Banyak ide kreatif lahir dari meja kafe, mulai dari rencana bisnis, proyek kreatif, hingga terbentuknya lingkaran pertemanan baru.