

Gianyar – Persebaya Surabaya sukses memastikan diri melaju ke babak final Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan rival abadi mereka, Arema FC.
Pertandingan sengit tersebut berakhir dengan skor tipis 1 – 0 untuk kemenangan Bajol Ijo di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (4/8) malam.
Gol semata wayang dalam laga tersebut lahir melalui sundulan bek tangguh Yuran Fernandes.
Gol tersebut tercipta tepat pada penghujung babak pertama sekaligus menjadi penentu nasib kedua tim di lapangan.
Kemenangan ini secara otomatis memupus harapan Arema FC untuk mengamankan gelar juara Piala Presiden untuk kelima kalinya.
Hasil positif ini mengantarkan skuad asuhan Bernardo Tavares untuk menantang Persib Bandung di partai puncak.
Pertandingan final tersebut dijadwalkan akan kembali digelar di Stadion Kapten Dipta pada Kamis (6/8) malam.
Persebaya sebenarnya memiliki peluang emas untuk memperlebar keunggulan setelah Arema FC harus bermain dengan 10 pemain.
Keadaan tersebut terjadi setelah Diego Landis diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-66.
Namun, keunggulan jumlah pemain tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh para pemain Persebaya.
Arema FC memilih untuk menerapkan strategi defensif yang cukup rapat guna menahan gempuran lawan.
Lini serang Persebaya pun kesulitan mengonversi sejumlah peluang untuk menjebol gawang Adi Satryo untuk kedua kalinya.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui bahwa laga ini berjalan dengan tensi yang sangat tinggi.
“Ini pertandingan yang sulit. Terlalu banyak emosi dan pelanggaran,” ungkap Bernardo Tavares terkait jalannya laga.
Dalam pertandingan ini, Bernardo Tavares melakukan keputusan taktis yang cukup mengejutkan.
Ia memilih untuk mencadangkan pengatur serangan utama tim, Francisco Rivera, sejak menit awal.
Sebagai gantinya, Bernardo Tavares memberikan kepercayaan kepada Diogo Ramalho untuk memimpin lini tengah.
Namun, strategi tersebut tampak tidak berjalan mulus di awal babak pertama.
Bernardo Tavares akhirnya menarik keluar Diogo Ramalho dan memasukkan Francisco Rivera pada menit ke-27.
Keputusan tersebut terbukti tepat dan menjadi kunci kemenangan Persebaya di babak pertama.
Francisco Rivera memberikan assist akurat melalui sepak pojok yang disambut sundulan Yuran Fernandes.
“Penting bagi kami mencetak gol lebih dahulu, meski gagal menambah keunggulan dari sejumlah peluang,” tambah Bernardo Tavares.
Sang pelatih mengakui bahwa derbi Jawa Timur kali ini tidak berjalan sesuai dengan rencana awal.
Skema taktik dan strategi yang telah dipersiapkan matang sebelum laga nyaris tidak terlihat di lapangan.
“Saya harus jujur, ini bukan pertandingan yang sempurna yang bisa kami mainkan,” tegasnya.
Bernardo Tavares menyebutkan bahwa minimnya waktu pemulihan fisik menjadi faktor utama performa tim yang kurang maksimal.
“Pemain kami mengalami kelelahan,” jelas pelatih asal Portugal tersebut.
Meskipun begitu, ia tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap determinasi para pemainnya di lapangan.
“Namun, dalam laga ini, mereka adalah pejuang. Mereka menunjukkan sikap yang baik,” pungkasnya.
Kini, seluruh fokus tim Persebaya beralih untuk menatap laga final melawan Persib Bandung.