

Jakarta – Ekspor otomotif Indonesia tumbuh sekitar 7,7 persen. Sejak memulai ekspor pada 1987 hingga Semester I 2026, Toyota Indonesia telah mengekspor 3.296.874 unit kendaraan ke lebih dari 100 negara di Asia, Amerika Selatan, Afrika, Timur Tengah, Australia, dan Oseania.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menegaskan, daya saing produk lokal di pasar global terbentuk melalui kolaborasi erat seluruh ekosistem manufaktur.
Menurut Nandi, konsistensi kinerja ekspor tidak lepas dari kerja keras anak bangsa dan kolaborasi yang melibatkan lebih dari 760 rantai pasok lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), serta dukungan penuh Pemerintah Indonesia.
Ia menyebut, seluruh elemen itu berperan memperkuat daya saing industri otomotif nasional agar produk buatan Indonesia tetap relevan dan diperhitungkan di pasar global.
Pertumbuhan ekspor pada paruh pertama 2026 ditopang permintaan yang tetap kuat dari berbagai pasar tujuan.
Kawasan Asia menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 57,8 persen dari total ekspor Toyota Indonesia, disusul Amerika 29,5 persen dan Timur Tengah 12,0 persen.
Kinerja ekspor itu juga didorong permintaan domestik yang kuat, peningkatan kandungan lokal, ekosistem industri yang terus berkembang, serta kebijakan yang mendukung pengembangan industri. Faktor-faktor tersebut memperkuat daya saing industri otomotif nasional dan mendorong pertumbuhan ekspor Indonesia.
Ekspor Toyota Indonesia juga ditopang pengiriman berbagai komponen, meliputi CKD (Completely Knocked Down) parts atau bagian kendaraan terurai, komponen kendaraan, mesin utuh, komponen mesin, dan alat produksi seperti die, yakni alat pencetak yang digunakan dalam proses pengepresan.
Penerimaan positif terhadap kendaraan produksi Toyota Indonesia di pasar internasional turut didorong pengembangan produk yang berangkat dari kebutuhan konsumen Indonesia.
Berbagai model segmen A dan B yang diproduksi di Indonesia terus menjadi pilihan pelanggan di sejumlah negara.
Toyota Avanza dan Veloz menyumbang ekspor 32.571 unit, Raize 26.082 unit, dan Yaris Cross 20.441 unit selama Januari hingga Juni 2026.