

Jakarta – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) secara terbuka mengakui telah memulai proses komunikasi dengan Pep Guardiola terkait potensi mengisi posisi pelatih kepala tim nasional Italia.
Presiden FIGC, Giovanni Malago, mengonfirmasi bahwa dialog tersebut memang telah dilakukan sebagai upaya mencari nakhoda baru bagi Gli Azzurri.
Langkah ini diambil menyusul keputusan Gennaro Gattuso yang memilih mundur dari kursi kepelatihan setelah kegagalan Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Meski komunikasi telah terjalin, Malago menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan resmi yang tercapai antara kedua belah pihak.
“Bukan berarti pembicaraan dengan Guardiola ini akan membuahkan hasil, tetapi saya percaya langkah yang tepat dan penting adalah membuka dialog serta menjaganya tetap berjalan,” ujar Malago dalam podcast Cronache di Spogliatoio pada Kamis, 23 Juli 2026.
Posisi Guardiola sendiri saat ini sedang tidak terikat dengan klub mana pun setelah ia resmi mengakhiri masa baktinya di Manchester City pada akhir musim lalu.
Laporan dari berbagai media Italia menyebutkan bahwa Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihat teknis Leonardo Araujo, bahkan telah melakukan pertemuan langsung dengan Guardiola di Barcelona pada akhir pekan lalu.
Namun, tantangan terbesar bagi FIGC adalah keinginan pelatih asal Spanyol tersebut yang sempat menyatakan niatnya untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan.
Guardiola dikabarkan ingin memprioritaskan waktu bersama keluarga setelah menjalani karier yang intens di level klub dalam waktu yang cukup lama.
Terkait spekulasi mengenai kendala anggaran, Malago membantah bahwa kondisi finansial federasi menjadi penghalang utama dalam upaya perekrutan ini.
Ia menegaskan bahwa FIGC memiliki fleksibilitas untuk memberikan perlakuan khusus demi mendatangkan sosok pelatih dengan reputasi kelas dunia.
“Dalam jangka pendek hingga menengah, mengatakan bahwa kami harus mengencangkan ikat pinggang mungkin masih kurang menggambarkan situasi,” ungkap Malago.
“Namun, beberapa pengecualian bisa saja dibuat, terutama jika menyangkut sosok yang begitu besar seperti Guardiola,” tambahnya menegaskan keseriusan federasi.
Selain nama besar seperti Guardiola, FIGC juga menyusun daftar kandidat potensial lainnya yang dinilai memiliki kapasitas untuk menangani tim nasional.
Nama mantan pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, serta legenda sepak bola Italia, Andrea Pirlo, disebut-sebut masuk dalam radar pertimbangan federasi.
Meski demikian, Malago menolak untuk mengerucutkan daftar kandidat hanya pada nama-nama yang beredar di media saat ini.
Ia memastikan bahwa federasi sedang melakukan evaluasi mendalam terhadap berbagai profil pelatih yang dinilai mampu mengembalikan kejayaan Italia di kancah internasional.
“Tidak, sama sekali tidak. Tetapi jika kami mempertimbangkan profil tertentu, nama-nama tersebut tentu masuk dalam kategori profil yang kami cari,” jelas Malago terkait kriteria pelatih yang mereka inginkan.
Hingga saat ini, proses pencarian pelatih masih terus berjalan seiring dengan upaya FIGC untuk melakukan restrukturisasi tim pasca-kegagalan di babak kualifikasi Piala Dunia.
Publik sepak bola Italia kini menantikan keputusan akhir dari pihak federasi mengenai sosok yang akan memegang tanggung jawab besar tersebut dalam waktu dekat.