

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja signifikan pada kuartal I-2026. Maskapai penerbangan pelat merah ini membukukan penurunan rugi bersih sebesar 39,2% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi US$ 46,48 juta, didorong oleh penguatan kinerja operasional dan program transformasi perusahaan.
Penurunan kerugian ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan konsolidasian yang mencapai 5,36% YoY, menjadi US$ 762,35 juta dalam tiga bulan pertama 2026. Peningkatan pendapatan ini didukung oleh lonjakan permintaan penumpang, perbaikan yield, dan tren positif pendapatan secara keseluruhan.
Selain itu, beban operasi GIAA juga menunjukkan penurunan, dari US$ 718,3 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 713,2 juta pada periode yang sama di 2026. Alhasil, laba operasi segmen perseroan melonjak tajam menjadi US$ 49,13 juta, dibandingkan dengan US$ 5,20 juta pada kuartal I-2025.
Garuda Maintenance Facility (GMFI) Mencatat Pertumbuhan Kinerja di 2025
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menjelaskan bahwa optimalisasi alat produksi telah meningkatkan jumlah pesawat operasional Grup menjadi setidaknya 99 unit pada akhir 2025, dari sekitar 84 unit pada pertengahan tahun yang sama.
Anak usaha perseroan, GMF Aero Asia, juga memberikan kontribusi positif sepanjang 2025. Pendapatan GMF tumbuh 16,8% YoY menjadi US$ 491,9 juta, dengan laba meningkat 26,3% mencapai US$ 33,9 juta. Asetnya naik signifikan menjadi US$ 813 juta dan struktur permodalan berhasil berbalik positif dengan ekuitas mencapai US$ 114,6 juta.
Di sisi lain, Citilink mencatat rekor volume penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah pada Lebaran 2026 lalu, mencapai sekitar 48.000 penumpang. Pencapaian ini menegaskan peningkatan utilisasi kapasitas setelah reaktivasi armada serta kemampuan Grup dalam menangkap lonjakan permintaan berbasis musim.
Glenny menyatakan, melalui eksekusi transformasi yang konsisten, dukungan pemegang saham, serta penguatan kemitraan strategis di tingkat global, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid. GIAA juga akan memperkuat perannya sebagai national flag carrier yang kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri penerbangan global, serta mampu menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.