Gary McKinnon Beralih dari Hacker Pentagon ke Produser Musik

masih ingat gary mckinnon? hacker yang pernah menghebohkan pentagon dan nasa kini jadi produser musik

London – Nama Gary McKinnon pernah menjadi sorotan dunia pada awal 2000-an setelah dituduh membobol jaringan komputer milik militer Amerika Serikat dan NASA. Jaksa Amerika bahkan menyebut kasus itu sebagai salah satu peretasan militer terbesar yang pernah ditangani, hingga memicu perselisihan hukum berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Inggris.

Namun, lebih dari dua dekade kemudian, kehidupan pria asal Skotlandia itu berubah drastis. Sosok yang dahulu dikenal sebagai hacker kini lebih banyak dikaitkan dengan dunia kreatif.

Berdasarkan profil musik publiknya, McKinnon telah merilis karya musik dan aktif berkarya sebagai musisi dan produser independen, jauh dari sorotan kasus hukum yang dulu melekat pada namanya.

Gary McKinnon lahir pada Februari 1966 di Glasgow, Skotlandia. Ia mulai tertarik pada komputer sejak remaja dan kemudian bekerja sebagai administrator sistem.

Pada 2001 hingga 2002, McKinnon memperoleh akses tanpa izin ke puluhan komputer milik Angkatan Darat AS, Angkatan Laut AS, Angkatan Udara AS, Departemen Pertahanan atau Pentagon, serta NASA. Menurut dakwaan pemerintah Amerika Serikat, akses ilegal tersebut menyebabkan gangguan terhadap sejumlah sistem komputer pemerintah.

McKinnon tidak pernah membantah bahwa dirinya mengakses sistem-sistem tersebut. Dalam berbagai wawancara, ia mengatakan motivasinya bukan untuk mencari keuntungan finansial, melainkan mencari informasi mengenai UFO, teknologi antigravitasi, dan apa yang menurutnya disembunyikan pemerintah.

Pada 2002, pemerintah Amerika Serikat mengajukan dakwaan terhadap McKinnon dengan sejumlah tuduhan kejahatan komputer. Jika diekstradisi dan dinyatakan bersalah atas seluruh dakwaan, ia berpotensi menghadapi hukuman yang sangat berat.

Kasus tersebut berkembang menjadi salah satu sengketa ekstradisi paling terkenal antara Inggris dan Amerika Serikat. Selama bertahun-tahun, keluarga, pengacara, dan berbagai tokoh publik berkampanye agar McKinnon tidak dikirim ke AS dengan alasan kondisi kesehatan mentalnya, termasuk diagnosis sindrom Asperger.

Pada Oktober 2012, Menteri Dalam Negeri Inggris saat itu, Theresa May, memutuskan menghentikan proses ekstradisi karena mempertimbangkan risiko serius terhadap kesehatan McKinnon. Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri perjuangan hukum yang telah berlangsung hampir satu dekade.

Rekomendasi