

Jakarta – Pasar smartphone murah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu perangkat berharga terjangkau identik dengan layar biasa, memori terbatas, dan kamera seadanya, kini kondisinya jauh berbeda.
Persaingan ketat antarprodusen membuat berbagai fitur yang sebelumnya hanya tersedia pada HP flagship kini mulai hadir di segmen entry-level dan kelas menengah.
Bagi konsumen, perubahan ini menjadi keuntungan besar. Produsen berlomba-lomba menawarkan spesifikasi lebih tinggi tanpa menaikkan harga secara drastis. Hasilnya, pembeli kini memiliki lebih banyak pilihan smartphone yang menawarkan pengalaman premium dengan harga yang tetap ramah di kantong.
Pada 2026, ada beberapa standar fitur baru yang diam-diam menjadi patokan di kelas HP murah Rp1 jutaan.
Layar AMOLED 120Hz kini bukan lagi barang mewah. Beberapa tahun lalu, panel AMOLED dengan refresh rate 120Hz hanya ditemukan pada smartphone kelas premium, namun kini teknologi tersebut mulai hadir di perangkat dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Layar AMOLED menawarkan warna yang lebih hidup, kontras tinggi, dan warna hitam yang pekat. Ditambah refresh rate 120Hz, aktivitas seperti menggulir media sosial, bermain game, hingga menonton video terasa jauh lebih mulus.
TechRadar menyebut semakin banyak smartphone murah yang kini mengadopsi layar AMOLED dan refresh rate tinggi sebagai nilai jual utama, karena fitur tersebut menjadi salah satu yang paling dicari konsumen.
Kapasitas penyimpanan juga mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya banyak HP murah hanya menawarkan memori 64 GB, kini konfigurasi 128 GB mulai menjadi standar pada berbagai model baru.
Peningkatan ini penting karena ukuran aplikasi, foto, video, dan file pekerjaan terus bertambah setiap tahun. Banyak panduan pembelian smartphone internasional kini menyarankan 128 GB sebagai kapasitas minimum agar perangkat tetap nyaman digunakan dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu perubahan terbesar justru terjadi pada sisi perangkat lunak. Produsen kini tidak hanya bersaing dari spesifikasi, tetapi juga dari lamanya dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan.
Beberapa smartphone kelas menengah bahkan telah dijanjikan pembaruan Android hingga empat tahun atau lebih, sementara pembaruan keamanan bisa berlangsung lebih lama.
TechRadar mencatat bahwa sejumlah HP murah terbaru dari Samsung, Google, dan merek lain menawarkan masa dukungan software yang jauh lebih panjang dibanding beberapa tahun lalu. Hal ini membuat pengguna tidak perlu terburu-buru mengganti perangkat.