IHSG Wait and See, GPRA, HRTA, TEBE Jadi Rekomendasi Saham

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,55% ke level 8.537 pada perdagangan Rabu (24/12/2025), dengan catatan net foreign sell sebesar Rp238,83 miliar.

Tekanan jual di pasar saham meningkat menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, yang berpotensi menurunkan likuiditas transaksi.

Secara teknikal, dalam time frame (TF) 1 jam, IHSG membentuk pola descending triangle dengan area support di level 8.515 dan resistance di kisaran 8.560.

Minimnya katalis dari global maupun domestik diperkirakan membuat pergerakan IHSG cenderung wait and see.

Rekomendasi Saham:

GPRA – Buy on Breakout

Saham GPRA berpotensi membentuk pola cup and handle jika mampu menembus level neckline di 142. Target resistance terdekat berada di kisaran 151–161 jika berhasil breakout.

HRTA – Buy

Saham HRTA masih dalam tren bullish, seiring kenaikan harga emas dunia yang mencapai level tertinggi di sekitar US$ 4.500 per ons troi. Peluang penguatan HRTA berlanjut dengan target resistance di level 2.140–2.200.

TEBE – Buy

Pergerakan saham TEBE cenderung sideways. Namun, harga terbaru berhasil breakout dari pola falling wedge, didukung oleh akumulasi broker. Potensi penguatan saham ini menuju area resistance 2.530–2.650.

PJHB – Sell

Saham PJHB masih dalam tren bearish, disertai peningkatan volume penjualan yang signifikan. Investor perlu waspada terhadap potensi penurunan lanjutan dengan proyeksi support berikutnya di level 193.

Rekomendasi