

Jakarta – Co-founder PasarDana, Hans Kwee, mengimbau para investor untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru melakukan aksi jual (panic selling) menyusul pengumuman penyesuaian indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Ia menegaskan bahwa penghapusan sejumlah emiten dari indeks MSCI lebih bersifat teknis terkait metodologi bobot dan likuiditas, bukan cerminan penurunan fundamental perusahaan.
Menurut Hans, mayoritas pelaku pasar dan manajer investasi sebenarnya telah mengantisipasi langkah ini dalam beberapa bulan terakhir. Para manajer investasi pasif diperkirakan akan memanfaatkan periode hingga 29 Mei 2026 untuk melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing) sesuai arahan MSCI.
Di tengah volatilitas jangka pendek ini, Hans justru melihat peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi pada saham-saham blue chip maupun sektor small cap. Ia menilai koreksi harga yang terjadi akibat kepanikan pasar bersifat anomali, sehingga menjadi momentum tepat bagi investor untuk mengevaluasi portofolio secara objektif.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menilai koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam batas wajar.
“Saham-saham yang terdampak pun tidak ada yang mengalami auto rejection bawah. Rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi hingga saat ini masih menunjukkan kondisi yang cukup baik,” ujar Hasan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), IHSG sempat dibuka di level 6.763. Hingga penutupan sesi pertama, indeks melemah 1,81 persen ke level 6.734,5. Total volume transaksi tercatat mencapai 26,1 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,27 triliun dan frekuensi sebanyak 1,47 juta kali.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI, sebanyak enam saham resmi dikeluarkan dari Global Standard Index. Salah satunya adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart, yang kini dipindahkan ke dalam Global Small Cap Index. Selain itu, terdapat 13 saham lain yang resmi dikeluarkan dari daftar Global Small Cap Index.