

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan mayoritas masyarakat menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak langsung.
Prasetyo menyatakan pemerintah menghormati perbedaan pendapat terkait isu ini. “Kami menghormati semua pendapat itu. Pasti semua pandangan kan ada yang pro, ada yang kontra,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Survei LSI Denny JA sebelumnya menyimpulkan 68 persen responden menolak pilkada melalui DPRD. Direktur Sigi LSI Denny JA, Ardian Sopa, menyebut angka tersebut signifikan dan merepresentasikan penolakan yang masif.
Prasetyo Hadi sendiri merupakan politikus Partai Gerindra, partai yang sejak lama mendukung pilkada tidak langsung. Ia menyebut sikap ini sudah menjadi ketetapan partai bahkan sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden.
Mensesneg menambahkan, perbedaan pendapat soal pilkada langsung atau tidak langsung adalah hal yang wajar. Pemerintah akan terus menyimak perkembangan diskursus tersebut di masyarakat.
LSI Denny JA melakukan survei pada 10-19 Oktober 2025 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat di seluruh Indonesia. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen. LSI Denny JA meyakini hasil survei ini mencerminkan pilihan 204 juta pemilik hak suara di Indonesia.